Hujan Pertama

Sore ini aku merasakan nikmatnya rintikan hujan menyentuh wajah.

Kali pertama di bulan Ramadhan.

Kali pertama di kampus ini.

Aku sedang duduk menulis di Masjid Ukhuwah Islamiyah. Lalu tiba-tiba terdengar suara ringan bergemuruh.

Aku selalu suka hujan, tapi berada di ‘rumah baru’ seperti ini, basah kehujanan bisa jadi hal yang cukup merepotkan.

Untung saja hujannya tidak menderas. Ia tetap menetes dengan kalem dan bersahaja. Alhamdulillah.

Aku merasa terhibur. Aku merasa dihibur.

Coba saja perhatikan hal-hal kecil yang ada di depanmu. Ada yang mengatur semuanya lho. Itu tidak begitu saja terjadi.

Menakjubkan bukan? :]

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s