Tumpul

Rasa-rasanya aku ini makin tumpul.

Dulu waktu masih kecil rasanya seperti berendam dalam imajinasi. Sejak TK aku sudah mulai menulis cerita-cerita walaupun, tentu saja, agak aneh plotnya. Cerita-cerita itu mengandung unsur putri, kebakaran, boneka, amnesia, penyihir, monster mata, kupu-kupu, semut, asrama, hantu, anak-anak terpilih, dan macam-macam yang lainnya.

Dulu aku begitu menganggur sehingga bisa begitu produktif dalam berimajinasi dan menulis.

Bahkan pernah ada beberapa tahun di mana aku bisa memproduksi minimal satu puisi setiap harinya. Masa-masa galau banget ya kayaknya –”’ Tapi semua tulisan itu sudah hilang saat komputerku rusak.

Bagaimanapun, sebenarnya to write and to be read itu adalah impian sejak kecil lho :[ Yaa rasanya sedih aja udah segede ini, bertahun-tahun lewat tapi aku masih belum merealisasikan mimpi paling menggetarkan ini.

Waktu SMA aku sempat berpikir, kayaknya nggak melanjutkan kuliah itu ude yang lumayan bagus ya. Cita-citaku toh tidak membutuhkan pendidikan perguruan tinggi. Aku cuma butuh waktu luang dan pikiran yang jernih. Tapi ibuku cerita bahwa yang paling penting dalam pendidikan tinggi adalah pelajaran hidupnya :/ Jadi nanti akan ketemu orang-orang yang aneh-aneh dan sangar-sangar di bidangnya.

Yeah, maka di sinilah aku sekarang: duduk di halte bikun, menunggu jarum jam sampai ke angka 5 sambil menulis-nulis dan membaca-baca, berharap inspirasi menyapaku dengan lembut seperti seorang teman lama.

Ah barangkali selama ini dia selalu mengiringiku, berlari mengikuti sambil menarik-narik ujung bajuku. Tapi mungkin aku sudah buta. Aku sudah tuli.

Aku rindu menulis ><

 

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

5 thoughts on “Tumpul”

  1. vinci :D , aku kangen …sungguh ! sudah nemu hugeable person ? haha
    ak blm nemu org kyk km lg lho wkwk , yg bisa menyentil tepat sasaran plus bisa diajak gila bareng wkwkkw
    tapi di rumah baru , aku menemukan energi baru!
    mereka sehangat mentari dan wow semangat mereka sungguh membara !
    bagaimana kbar disana?
    bagaimana kabar si kuning?
    bagaimana kbrmu saudariku ?

    Like

    1. wuee sawah :D
      belum nemu :[ bahkan akankah nemu? kalo masalah hugging sarah sak nomer lah b(.__.)d
      pertanyaannya banyak ya. pingin ketemu biar bisa jawab secara langsung :[

      Like

  2. “Creativity is just connecting things. When you ask creative people how they did something, they feel a little guilty because they didn’t really do it, they just saw something. It seemed obvious to them after a while. That’s because they were able to connect experiences they’ve had and synthesize new things. And the reason they were able to do that was that they’ve had more experiences or they have thought more about their experiences than other people.” – Steve Jobs

    Maaf kalo nggak nyambung. :D

    Like

    1. Dimaafkan. Kutipannya bagus juga tuh.
      Jadi harusnya aku menghabiskan waktu dengan ngumpulkan experience biar naik level. Sesimpel itu kan sebenarnya :/

      Like

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s