Prinsip-prinsip Belanja Buat Perut

Setelah beberapa bulan tinggal di sini, aku menemukan satu prinsip penting:  Jangan beli roti tawar di Alfamart psiko, jangan beli di minimarket asrama, belilah di Hypermart Detos.

Pandan Toast, diskon! :D
Pandan Toast, diskon! :D

*bukan promosi*

Setiap ke Hypermart, selalu ada salah satu jenis roti tawar yang sedang diskon. Tanggal 23 kemarin pandan toast harganya cuma 7000. Dulu choco chip toast cuma 5000. Dan kapan hari yang diskon adalah roti tawar putih. Dibandingkan roti-roti di Alfamart yang berisi sepuluh lembar dengan harga berkisar antara 7500 – 9000 yah mending beli di sini :9

Aku seringnya datang ke Hypermart sih, jadi yang aku perhatikan yang di situ. Giant dan Carrefour mungkin juga menawarkan roti tawar dengan harga yang bagus. Coba cek sendiri, hehe.

Bagi yang perutnya gampang dipuaskan dengan porsi-bukan-kuli, roti tawar ini sebenarnya alternatif yang murah. Masalahnya cuma pada tanggal kadaluarsa. Roti yang isinya banyak biasanya lebih murah, tapi kan kadaluarsanya cuma beberapa hari. Gimana dong ngabisinnya? Yaelah gampang, patungan sama temen kan bisa :D hehe

 

Oh iya, tentang belanja buat perut, pernah bingung nggak pas milih? Mau beli produk A atau B? Ini beberapa pertimbangan yang aku pakai kalau mau beli sesuatu.

  1. Komposisi. Pilih yang menggunakan bahan-bahan alami. Bandingkan, mana yang paling sedikit pakai zat aditif.
  2. Produsen. Pilih yang terpercaya. Bukan berarti pilih merk yang terkenal lho. Aku sendiri, kalau bisa, menghindari brand-brand terkenal itu. Pasti udah banyak kan yang beli produk mereka, nah aku membantu yang kurang pembeli aja #eh. Lebih baik sih pilih merk lokal (yang beneran lokal, bukan anak perusahaan :p).
  3. Lokasi produksi. Pilih yang lebih dekat dengan lokasimu. Produk yang berasal dari tempat nun-jauh-di-sana itu banyak nyumbang emisi buat urusan shipping-nya sampai ke tangan kita.
  4. Harga. Kalau mau membandingkan harga, coba bagi harga produk dengan berat netto-nya :)) Eh tapi perhatikan juga takaran sajinya. Bisa jadi susu bubuk A hasil bagi antara harga dengan netto-nya jauh lebih murah dari susu bubuk B, tapi takaran sajinya malah lima kali lipat -_-‘

Kalau tanggal kadaluarsa dan tanda halal udah pasti harus diperhatikan lah ya.

Rajin-rajin deh baca informasi di kemasan makanan, penting lho! Jangan beli sesuatu cuma karena bungkusnya keren :))

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s