Tukang Bangun Jembatan

Ini tentang pulau yang kita tinggali. Dari awal memang bukan pulau yang spesial. Paling tidak cukup nyaman lah untuk ditinggali. Tapi semakin lama kondisinya makin bikin miris saja. Bermilyar orang beraktivitas di sini. Makan, tidur, buang air.. Ah.. sadarkah mereka kalau tanah ini semakin rusak?

Di sisi lain lihatlah pulau itu. Iya, yang tepat di seberang itu. Bukankah pulau yang indah? Tapi nggak banyak orang yang berani (dan bisa) mengarungi laut ganas untuk mencapainya. Hanya Tuan-Tuan Petualang lah yang tidak gentar menerjang angin dan badai itu. Kita bisa mendengar berita-berita manis dari beberapa yang kembali. Katanya alam di sana indah, udaranya bersih. Mereka juga membawa pulang buah dan sayur yang sama sekali berbeda.

“Ini tanaman khas, asli dari Pulau Seberang!” begitu kata seorang petualang pada suatu pagi di pasar. Aku mencobanya, rasanya luar biasa segar lho. Tapi ketika petualang itu mencoba memperkenalkan penemuannya, seseorang lantang berkata, “Jangan dimakan! Buah itu terlihat aneh sekali! Kayaknya bahaya deh. Siapa yang bisa menjamin Tuan Petualang kita ini tidak punya niat buruk?”

Aku akui Tuan Petualang itu memang berwajah agak seram, tapi aku juga menyesalkan prasangka tak berdasar yang dilontarkan. Orang-orang di pasar yang awalnya tertarik langsung mundur. Menyedihkan! Segampang itu mereka dipengaruhi!

Yah begitulah ceritanya. Hingga sekarang tidak banyak yang tertarik dengan Pulau Seberang. Menyebutnya saja akan membuatmu ditertawakan. Para Petualang Sejati tetap yakin bahwa di sanalah tempat tinggal yang lebih baik, dan kita seharusnya berpindah ke sana. Tapi ide ini sering dianggap aneh, janggal.

Mungkin sudah ‘dari sananya’, manusia itu lembam. Tidak suka dengan perubahan dan ide-ide baru. “Walaupun nanti ada hujan batu, aku akan tetap tinggal di sini!” begitulah kata mereka. Mungkin karena mereka belum melihat betapa indahnya laut dan pulau di luar zona sehari-hari ini.

Maka di titik itulah ide-ide mulai bermunculan. Para Petualang yang peduli dengan kawan-kawannya mulai melakukan berbagai usaha. Ada yang menyewakan teropong di pinggir laut agar orang-orang awam bisa melihat dengan lebih jelas keindahan Pulau Seberang. Ada yang membuat semacam tour guide book yang menjabarkan hal-hal unik di seberang. Bahkan ada yang membuat training-training motivasi agar masyarakat di sini berani mengambil risiko.

Lalu ada sekelompok orang yang membangun jembatan. Semata-mata agar orang-orang, yang suka mabuk laut sekalipun, bisa dengan mudah pergi ke Pulau Seberang.

Ini adalah bagian yang cukup sulit. Pekerjaannya memakan waktu bertahun-tahun. Apalagi jarak pulau kami ini dengan Pulau Seberang cukup jauh. Setelah selesai pun awalnya tak banyak yang mau melirik jembatan penghubung itu. Kemudian para tukang berinisiatif untuk mempercantik jembatan. Menghiasinya dengan lampu-lampu dan mengecatnya dengan warna-marna indah.

Berhasil. Banyak orang mulai terkesima dengan keindahan jembatan itu.

Hanya saja..

Kebanyakan berhenti di sana. Mereka hanya berjalan sampai ke tengah jembatan, berfoto-foto (dan kemudian menguploadnya di Facebook, aku rasa), sudah. Itu saja. Mereka tidak meneruskan perjalanan ke Pulau Seberang. Masih takut-takut rupanya.

Begitulah. Aku pikir jembatan ini sebenarnya adalah ide yang bagus. Tapi mungkin dia tidak melakukan fungsinya sebagai penghubung dengan baik. Agaknya keindahannya sudah keterlaluan hingga cuma dijadikan tempat wisata bagi orang-orang.

Sekarang, aku sedang belajar agar bisa menjadi tukang bangunan yang baik. Lihat saja, sebentar lagi aku akan bergabung dengan Tim Pembangun Jembatan dan dengan suatu cara mendorong orang-orang untuk melangkah.. berpindah ke Pulau Seberang.

Maka, doakan ya kawan :)

one day..

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

2 thoughts on “Tukang Bangun Jembatan”

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s