A Kind Of Snack

Malam ini, sebelum tidur aku menyempatkan diri ke laboratorium. Biasa lah, untuk mengisi ulang stok camilan. Kepala ini baru saja kuajak menghabiskan malam dengan kelibatan berjuta hal. Setelah diekstrak dan dipadatkan nanti hal-hal itu akan berubah menjadi apa yang biasa disebut kenangan.

Maka, yah, seperti biasa kusiapkan kotak-kotak sebagai wadah, dan kusambungkan beberapa kabel pada kepala. Lalu aku duduk santai sambil mengingat-ingat. Untuk kotak pertama aku memasukkan orang-orang lucu dan pantulan lampu pada kaca. Juga impresi warna oranye, ayam-ayaman, dan rasa kenyang yang berlebihan. Setelah kotak mungil itu penuh aku mengambil satu lagi yang kosong. Kali ini aku mengisinya dengan empat jenis biji kopi, sekotak cokelat yang diabaikan, dan suara knalpot berdesing-desing. Di tengah-tengahnya aku menyisipkan setitik optimisme dipadu pesimisme. Keduanya aku balut tipis dengan saus kacang dan cahaya kekuningan.

Well, hari ini aku sudah mengekstrak dua kotak penuh camilan. Kuletakkan keduanya di atas meja kerja agar jika sewaktu-waktu lapar aku bisa langsung meraih sepotong sebagai ganjalan.

Habis dokter bilang aku harus menghentikan kebiasaan mengunyah sandal :/

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s