Tiga Puluh Lima Tahun

Satu jam..

Pesan singkatku tidak juga mencapaimu
Entah tersesat di tengah hujan
atau tersangkut di satelit sialan

Dua jam..

Tiga puluh lima tahun lalu kakek menulis kepada seorang gadis
Pesan cinta itu tak pernah berbalas
Suatu hari Pak Pos mengantar sebuah surat
tertanggal tiga puluh lima tahun lalu
Nenek menerimanya sambil menangis sedikit
lalu memanggil kakek
Mereka duduk berdampingan membaca bersama
Tersenyum
Bertautan tangan

Tiga jam..

Aku merenungi cerita itu sambil membayangkan
Tiga puluh lima tahun lagi,
saat kamu sedang membaca kumpulan sajak Sapardi
nada pendek akan berdering
Kamu menangis sedikit lalu memanggilku
Kita duduk berdampingan membaca bersama
Pesanku baru saja menemukan jalannya

Rambut putih membingkai wajah
Sudut mata berkerut keriput
Tapi senyummu masih sehangat pagi ini
Genggamanmu pas mengisi celah jemari

Empat jam..

Mungkin membutuhkan tiga puluh lima tahun untuk mencapaimu
Aku tidak keberatan

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

2 thoughts on “Tiga Puluh Lima Tahun”

  1. Hem, fin, kok sedih ya bacanya? Sedih, tapi ini romantis banget. Jadi, ini menyedihkan atau romantis ya? Alah udahlah, ga usah ditanggepin hehe._.

    Like

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s