Kenapa Kita Suka Pedas

Baiklah, judulnya nggak berlaku untuk anda-anda yang membenci rasa panas di lidah itu ._.v

Sore ini di kelas psium kami membahas beberapa indra. Saat masuk ke topik smell & taste, dibahaslah berbagai jenis rasa yang bisa dirasa lidah. Pertama pahit. Rasa ini secara alami dihindari, karena ia identik dengan hal-hal yang beracun. Lalu rasa asam. Ini juga biasanya dihindari, karena identik dengan makanan basi. Kalau rasa asin, manusia justru menyukainya. Kenapa? Karena asin identik dengan garam, dan tubuh kita memerlukan garam. Begitu juga dengan rasa manis. Manusia menyukainya karena manis identik dengan gula yang merupakan energi untuk tubuh.

Lalu.. kenapa ada orang yang suka rasa pedas?

Menurut teman-teman yang presentasi tadi, jawabannya adalah.. masochistic adrenaline.

Jadi sebenarnya rasa pedas itu memang rasa yang menyakiti diri kita. Secara alami otak kita akan menolaknya. Tapi kalau terus dibiasakan, kita jadi punya kecenderungan untuk menyiksa diri sendiri dan malah menikmatinya rasa sakitnya.

Aku jadi ingat bagaimana aku pelan-pelan mulai suka menyiksa diri begitu. Rasanya keluarga sangat berperan untuk hal ini. Saat masih kecil, kalau dibuatkan mi instan, sambal tidak pernah disertakan dalam piringku. Tapi orang-orang di kanan kiri semuanya menyukai sambal, menyukai pedas. Entah bagaimana, pedas kemudian menjadi suatu simbol kekuatan, kedewasaan. Pelan-pelan aku mulai melatih diri untuk bertahan dengan rasa nylekit itu. Jadi bertahap nih, dari yang awalnya nggak pake sambal sama sekali, kemudian pake sambal setengah, sampai akhirnya bisa pake sambal full. Eh, bahkan sekarang mi instan terasa kurang enak kalau nggak ditambahi irisan lombok.

Kalau dalam kasusku.. kelihatannya ini juga masalah inferiority complex ya? ._.”

Begitulah. Hampir semua kelas di sini memberi insight tersendiri. Dari yang paling sederhana kayak gini sampai yang mbuulet kayak cara ‘ngobrol’ neuron. Tapi sungguh, rasanya menyenangkan sekali lho :)

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

4 thoughts on “Kenapa Kita Suka Pedas”

  1. mau menambahkan, rasa pedas itu ternyata adalah hasil dari konstruk sosial lingkungan di sekitar kita. jadi lingkungan sangat berperan untuk menentukan persepsi kita terhadap rasa pedasa tersebut :)

    Like

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s