Aku Tidak Menulis Karena

Aku tidak menulis karena aku percaya.

Aku tidak menulis karena hanya ingin mengingatmu, sambil memejamkan mata. Aku tidak menulis karena begitu pikiran tentangmu melintas, sesuatu seakan mengikat jari-jariku yang bebas.

Aku tidak menulis karena, walaupun sudah bertahun-tahun, aku masih belum dapat memecahkanmu. Aku tidak menulis karena selalu sibuk berusaha membaca setiap gerakmu, seolah mencoba mengumpulkan data. Tapi setelah itu pun aku tetap tidak akan menulis karena  kamu adalah sesuatu yang terlalu rumit, yang tidak akan pernah bisa dijangkau oleh susunan kata kikuk milikku.

Aku tidak menulis karena tidak ingin menghancurkan misteri kita dan menyederhanakannya dalam bingkai ala kadarnya. Aku tidak menulis karena lima huruf seperti ‘rindu’ tidak akan bisa mengungkapkan apa yang sungguh kurasakan. Aku tidak menulis karena aku begitu ingin menyimpanmu sendiri tanpa ada yang tahu. Aku tidak menulis karena doa adalah cara terbaik untuk menyentuhmu.

Aku tidak menulis karena itu mengingatkan bahwa aku tidak bisa lagi bicara langsung padamu. Aku tidak menulis karena masih kucoba untuk berdamai dengan sunyi ini.

Aku tidak menulis karena tidak yakin kamu akan menyukainya. Aku tidak menulis karena tidak ingin mengganggumu.

Dan di atas semua itu, aku tidak menulis karena aku percaya bahwa kamu bisa memahami semuanya.

 

A reply-post for Hanny’s post: I Write Because.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

6 thoughts on “Aku Tidak Menulis Karena”

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s