Kepada Semut

aku kagumi tekadmu mengembara dinding
mengendap menyela-nyela semen dingin
mengais remah remeh terluput dari kikir lidahku

tak banyak yang kau minta, aku tahu
tetapi sungguh biar secuil itu tetap punyaku
–saja.
(cobalah tanya pada lalat atau ruh kawanannya yang masih sempat bergentayang)

maka ambillah pelajaran
tak besar kepalamu, aku tahu
tetapi sungguh inilah hikmah sederhana tentang hidup:
belajar untuk menyerah

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

5 thoughts on “Kepada Semut”

      1. Gimana ya.. gini ya.. Kalo di rumah, kita naruh makanan di meja makan kan ya? Dan itu memang tempatnya di sana. Kalau di kamar kos, harus naruh di mana lagi selain di meja? Itu salah taa? -__- Kenapa mereka seenaknya begitu..

        Like

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s