Kacamata, Pa

Kacamataku patah.

kacamata patah
:(

Bukan patah sih. Mur kirinya tiba-tiba hilang. Lalu dengan sedih aku pasang peniti untuk menyambungkan gagang itu dengan ‘induk’ kacamata.

Beberapa teman mengomentari, “Ya ke optik sana lho. Minta benerin.” Iya sih, iya. Hanya saja yang aku pikirkan begitu melihat hal-hal rusak di sekeliling adalah… Pa.

Kalau ada Papa, pasti kacamataku bisa utuh lagi seketika. Kalau tidak begitu, pasti akan dibuat semakin ‘keren’ dengan lilitan kawat atau apapun yang tidak biasa.

Begitu juga beberapa waktu lalu saat kunci kamarku rusak. Di permukaan aku kelihatan tenang dan santai saja, padahal aslinya aku bingung dan panik sekali. Yang terlintas saat itu adalah.. kalau ada Papa, pasti dia tau harus bagaimana.

Di tangannya, segala hal yang rusak bisa jadi baik.

Hmmh…. semoga selalu sehat di sana.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s