Biar Percuma Juga

Seorang wujud autoritas lewat seperti inspirasi. Sekelibat tapi mengacak, mendesak, kuat.

“Percuma. Percuma,” katanya, penuh keyakinan. “Keluar dari sana mereka tetap jadi setan.”

Dalam hati saya setuju. Ia memiliki ilmunya.

Tapi sebiji niat baik pun adalah pahala. Jadi untuk yang satu ini akan tetap maju. Nanti, kalau kami juga sudah berenang berkecipak di kolam biru ilmu. Nanti akan berbeda.

Untuk sekarang, biar kami mengumpulkan biji-biji bening kosong dulu.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s