A Letter of Proposal

Ini bukan spontanitas asal-asalan. Aku sudah memikirkannya untuk beberapa lama. Percaya deh. Kamu juga pasti tahu, aku bukan orang yang berpikir pendek dan dangkal.

Jadi aku sudah memutuskan. Kamulah orangnya. Iya, kamulah yang akan jadi pasangan hidupku.

Aku bisa membayangkan alismu terangkat dan mulutmu menganga saat membaca ini. Tenanglah, tenang.

Kita sudah cukup saling mengenal. Kita bukan orang asing lagi kan? Itu seharusnya cukup bagimu. Kamu tidak perlu terlalu pemilih. Yang terpenting adalah kesehatanku (kamu tentu tidak ingin tertular penyakit aneh-aneh). Nah, aku sudah melampirkan hasil cek kesehatan terbaru, coba lihatlah.

Kamu juga bisa lega karena aku tidak banyak bicara. Coba pikirkan, kalau tidak denganku, kamu pasti akan berakhir dengan seorang wanita cerewet pencemburu yang merepotkan. Sekali lagi, pikirkanlah dengan cermat.

Di samping itu aku juga bisa memberikanmu keturunan. Mungkin satu atau dua. Nanti kalau kamu bosan pada mereka, berikan saja pada ibuku. Ia selalu bilang ingin merawat cucu (ya, maka ia harus siap mempertanggungjawabkan harapannya).

Lagipula, tenang saja. Aku akan mati muda. Jauh lebih dulu darimu. Jadi setelah itu kamu bisa memilih siapa saja untuk menggantikanku. Pilihlah gadis-gadis muda yang ceria, mereka pasti bisa mengimbangimu.

Nah, lihat. Wanita lain mana coba yang dengan terbuka dan sukarela membuka kesempatan ini?

Kamu tenang saja, kamu bisa berfokus pada kuantitas–baik pasangan maupun keturunan. Tapi itu nanti. Tolong jadikan aku yang pertama dulu ya. Karena aku harus benar-benar berfokus pada kualitas. Aku percaya pada mataku. Kamulah orangnya.

Jadi, ayo, menikah denganku.

Terinspirasi dari buku The Science of Psychology oleh Laura A. King, 2011..

Chapter 11: Gender, Sex, and Sexuality

Evolutionary psychologists stress that women must be choosy in selecting sexual partners, putting a premium on high quality. Evolutionary psychologists stress that women should be picky and should seek sexual partners who have adequate resource to invest in a family.

In contrast, because men are generally fertile from puberty through the rest of life, they can focus on quantity, reproducing as often as possible with a broad range of partners.

Evolutionary psychologists suggest that, compared to women, men should be less selective about sexual behavior and more interested in physical appearance (which is thought to represent health and fertility), seeking partners who are young and beautiful (Buss, 2011; Geary, 2010).

Chapter 12: Personality

Neuroticism is related to feeling negative emotion more often than positive emotion in one’s daily life and to experiencing more lingering negative states (Widiger, 2009). Neuroticism has been shown as well to relate to more health complaints (Carver & Connor-Smith, 2010). In a longitudinal study, individuals were tracked for nearly seven years. Neuroticism was associated with dying during the study (Fry & Debats, 2009).

Friedman and Rosenman theorized that a cluster of characteristics–being excessively competitive, hard-driven, impatient, and hostile–is related to the incidence of heart disease.

Chapter 13: Social Psychology

Chronic loneliness can lead to an early death (Cornwell & Waite, 2009; Cuijpers, 2001).

Individuals who participate in more social networks live longer than those with a narrower range of social relationships (Vogt & others, 1992).

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

One thought on “A Letter of Proposal”

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s