Yang Lelah

Awalnya kamu hanya berkunjung ke ujung bibir,
ke genggam pena, dalam rengkuh lengan,
dan hening yang bening. Siapa menyangka,
semua mengenang pertemuan itu begitu dalam
Sungguh, memangnya kamu bawa oleh-oleh macam apa?

Selanjutnya memang karena mulut yang peramah
dan punya banyak teman. Ia gemar berjalan-jalan,
mendatangi hati paling lapang sampai kepala paling lengang
Namamu hinggap di mana-mana. Meja sekolahan,
dinding museum, kamar mandi, buku-buku pelajaran

Lalu tiba-tiba kamu ada di mana-mana
Walau sebenarnya juga tak di manapun
Badanmu tercabik lantaran terlalu banyak jadwal berkunjung
Bibir, pena, lengan, dan hening hanya mampu mengenalimu
dalam ingatan yang bernama kenangan
Sudah ikhlas kiranya tidak akan bertemu lagi
kamu yang sama

Aku pun memilih menontonmu
dalam dinamika itu saja
Sebab esensimu meniada,
meninggalkan eksistensi yang riuh
mendunia

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s