Menyambutmu

Maafkan aku.

Kalau aku ingin menghibur diri, bisa lah aku berkilah dengan berkata, “Generasi yang hebat adalah generasi yang mampu membentuk generasi yang lebih hebat lagi.”

Tapi pernyataan itu hanya terdengar manis sekilas dan berputar-putar saat diamati. Daripada menyakiti nurani, aku akui saja. Aku memang payah. Angin yang tidak bergerak. Pengharap yang pengecut.

Maafkan aku yang sedikit-banyak telah menuntun jalanmu ke sini: papan berdebu yang tidak mampu aku bersihkan sendiri. Mungkin saja dulu kamu pikir ini akan serupa jalan tol lebar, dan kita truk besar dengan muatan beribu kilo siap meluncur lancar. Maaf, nyatanya ini adalah belantara berawa-rawa yang panjang berliku, dengan pijak yang selalu sulit untuk dikira-kira. Dan kita cuma pion-pion unyu yang berjalan setapak demi setapak sambil menggenggam sebuah tekad erat-erat.

Terima kasih sudah mau datang ke sini. Menemaniku.

Maaf, aku akan meminta satu hal lagi: ayo berjalan bersamaku. Terus belajar dan berlatih. Bersiap menang di masa jauh-depan. Di tengah sangat mungkin terkalahkan, tapi ayo pastikan bahwa hal itu akan membuka jalan baru bagi penerusmu.

Aku harap kita selalu ingat dan saling mengingatkan bahwa kita bukanlah apa-apa melainkan seorang hamba. Maka dengan menyebut nama tuhan kita, Allah subhanahu wa ta’ala, mari memulai perjalanan ini.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

2 thoughts on “Menyambutmu”

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s