Tentang Sejarah Ilmu

Ketika sedang belajar sejarah, aku tiba-tiba teringat mengenai pertanyaanku pada kelas Filsafat Manusia.

Kalau Socrates adalah serupa bidan yang berperan membantu ‘kelahiran’ orang lain, lalu siapakah yang membantu ‘kelahiran’ Socrates?

Tidak bisa dipastikan. Tapi yang jelas Socrates tidak ‘lahir’ sendiri. Tidak mungkin.

Misalnya, sebelumnya ada filsuf Yunani lain. Ada peradaban Cina, Persia, India, Mesir, Mesopotamia. Pasti setiap peradaban itu memberikan sumbang pikir bagi generasi selanjutnya. Tapi mereka pun tidak mungkin ‘lahir’ sendiri.

Kalau benar-benar penasaran dan ingin meruntut, ujungnya adalah manusia pertama. Dia yang dididik langsung oleh Yang Maha Mengetahui. Yang bukan manusia.

Tapi buku-buku ‘ilmiah’ tidak pernah sampai pada ujung itu. Bahkan di kelas pun kita tidak pernah diingatkan barang sedikit saja bahwa sejarah memang mengakar sedalam itu. Sepertinya penguasa ilmu pengetahuan memang ingin memalingkan wajah kita kepada Yunani kuno.

Padahal, aku rasa, surgalah area intelektual pertama manusia.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s