lingkaran cuaca

sesungguhnya aku dan kau sedang singgah di sebuah perjalanan. karena para peramal, di hari sebelum kita berangkat, mengatakan pengumuman. besok tidak ada cuaca, jangan pergi jauh dari diri!

aku ingin kembali ke dalam diriku tetapi aku merasa lebih diriku di dalam dirimu–yang senang mengajakku ke mana-mana. kau adalah dunia yang memuat dirimu dan siapapun yang kau mau.

aku mengangankan kau menginginkan aku. diriku hendak tinggal di dirimu dan tidak tanggal darimu.

(aku berharap ini bisa lebih panjang, lebih jauh dari yang mampu dijangkau kata-kata, tetapi bahkan puisi adalah takdir melingkar sebagaimana cuaca. aku seperti tak ke mana-mana setelah tiba di sini dan di sini.)

oleh m. aan mansyur

 

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s