Gagal

the gate
the gate

Bismillah.

Ketika yang kamu cintai rasanya berubah.

Padahal perubahan adalah haknya, nasibnya, tidak punya kaitan apa-apa denganmu. Nggak ada urusan.

Hubungan kalian hanyalah soal kenangan. Masa yang sudah lalu.

Justru, sepertinya ia memang harus mengalami proses perubahan. ‘Tuntutan zaman’ katanya.

Mungkin sedang gilirannya berputar ke bawah, untuk kemudian memuncak lagi.

Tapi rasanya sesak ya?

Diam-diam kamu merasa bahwa yang kemarin jauh lebih baik.

Dan berharap, kalau saja semuanya sama. Seperti dulu. Atau paling tidak seperti waktu itu.

Tapi dengan kesadaran diri, kamu juga bilang bahwa sangat mungkin itu pendapat yang terbias.

Lalu mempertanyakan lagi, sebenarnya apa yang membuatmu mencinta?

tanah
the earth

Jika jawabannya tidak lagi bisa kamu lihat pada hari ini, pantaskah masih?

Atau kamu hanya sedang kebingungan, melupakan satu esensi yang dulu membuatmu.. menangis beberapa kali. Dan tertawa beratus kali.

Karena yang di permukaan boleh berganti-ganti, tapi esensi seharusnya tidak akan.

Bisa jadi, sebenarnya masalahnya ada pada kamu yang tidak profesional dalam mencintai.

Bukankah kamu mulai membandingkan dengan yang lain?

Walaupun dalam pikiranmu selalu satu saja, tapi kamu mulai bersedih dan kecewa. Karena perbandingan.

Masih, kamu merasa tidak akan ada yang bisa mengganti.

Kalau sudah begini, namanya bukan ‘setia’ lagi.

Gagal kamu nak. Gagal.

langit
the sky

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s