Jalan Mencabang

Jika terus kau tanyai semua belokan, “Mengapa harus kupilih dirimu?” Lama-lama ia akan tersinggung juga. Sebab bukan tugasnya untuk bersilat kata. Ia hanya tawarkan jalan yang lapang, cuma-cuma. Tak ada untung barang seupa. Jadi tak usah terlalu berat memikul benda di atas lehermu. Pilihlah satu dari mereka.

Dan jalanmu tak harus selalu terkira, terencana. Hanya, berjanjilah untuk sungguh merawat ingatan tentang semua jejak tapak. Berjanjilah pada sepatumu yang manis dan penurut itu. Katakan lembut padanya, “Iya, aku, aku yang mengambil langkah itu.” Sebab dia penakut, selalu siap untuk menangis jika nanti kau salahkan untuk tiap sandung dan gelincir.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s