Tidur

Konon aku termasuk orang yang mudah tertidur.

Tanya aja Hastin dan Agnes yang minggu lalu duduk mengapitku di kelas Bahasa Jawa Dasar, selalu sigap membangunkan setiap dosen menyebut namaku. Atau tanya Devi yang sering duduk di sebelahku saat kelas Psikologi Umum II.

Lebih jauh lagi tanya Bu Wahyu, guru matematika di Smala. Pada kelas satu aku pernah tertidur di bangku terdepan saat beliau sedang mengajar. Aku dibangunkan dengan lemah lembut, ditanya, “Memang suka ngantuk begitu ya mbak?”

Aku yang masih mengumpulkan nyawa menjawab… “Nggak, Bu. Cuma kalau pelajarannya membosankan.”

“Jadi…….. pelajaran saya membosankan?”

Nnngh x___x

Bu Wahyu memang baik sekali. Bukannya lanjut marah-marah, beliau malah lanjut bercerita tentang seorang alumni Smala yang juga suka tertidur di kelas. Katanya, alumni itu sekarang berkuliah di ITB.

Tidak hanya mudah tertidur. Aku juga dikenal ahli  dalam tertidur. Maksudnya, aku bisa tertidur sedemikian rupa sehingga kemungkinan ketahuannya kecil. Sementara orang lain biasanya tidur dengan meletakkan kepala ke meja, aku merasa lebih nyaman tidur dengan posisi duduk yang cukup tegak.

Seperti saat kelas InKeMas semester lalu. Aku baru saja bangun dari tidur singkat, eh dosen di depan tiba-tiba memarahi mahasiswa lain yang tertidur di bangku belakang. Ah, selamat…

Juga saat kelas dua di Smala, ketika Bu Pudji tiba-tiba menoleh ke belakang ketika aku, Silvi, dan Novita sedang tidur bersebelahan. Aku yang tidur dalam posisi duduk kaget, langsung membuka mata, nggak ketahuan. Silvi dan Novita yang tidur dengan posisi menelungkup kena marah.

Aku kadang merasa takjub bahwa ada orang-orang seperti Astro yang punya masalah susah tidur.

Kalau disuruh menyebutkan hal yang disukai, jawabanku adalah tidur di udara dingin pakai selimut.

Aku suka tidur. Aku cinta sekali sama guling.

Tapi pada malam-malam yang sudah memuncak, seperti malam ini, aku selalu merasa tidak ingin tidur. Kalau bisa, aku ingin tidak perlu tidur. Aku ingin punya stamina super hingga bisa tidak tidur seminggu. Atau, aku ingin bisa seperti player di Harvest Moon yang tinggal berendam di hot spring selama satu jam, dan dijamin mau selarut apapun tidurnya tidak akan pernah bangun kesiangan.

Kalau bisa, rasanya aku ingin menempatkan tidur sebagai hobi saja. Bukan kebutuhan.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s