Hal-hal yang Kadang Kupikirkan: Ketika Membeli Buku

Aduh beli buku ini nggak ya.. beli nggak ya.. beli nggak…

Mahal tapi. Tapi-tapi-tapi-tapiii.. jarang lihat buku ini. Sepuluh tahun lagi pasti sudah nggak beredar.

Tapi uang…. taapiii…

Ah ini buku keren. Nanti pasti berguna buat anakku (biar anakku jadi keren).

Dan akhirnya aku membeli buku itu, sambil membayang-bayangkan rak-rak di rumah masa depan yang akan dijelajahi oleh anakku nanti. Bayangkan, anak! Pikiran itu larinya cepat sekali ya.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

10 thoughts on “Hal-hal yang Kadang Kupikirkan: Ketika Membeli Buku”

    1. Iya benar! Sampai bisa kepikiran begini mungkin juga karena aku merasa buku-buku yang diwariskan eyang dan budeku sangat-sangat berharga. Buku-buku tua memang punya kekerenannya sendiri.
      Yah aku harap aku nggak akan jatuh miskin sampai perlu menjual buku-bukuku sebagai barang bekas :’)

      Like

      1. hehe. saya jg merasa begitu, ada kesenangan tersendiri kalau membaca buku ‘warisan’.
        menjual buku? ah, saya tak sanggup memikirkannya. rasanya terlalu sayang kalau harus begitu TT_TT
        berharap, kelak anak saya juga akan bahagia, karena ibunya begitu memperhatikannya, bahkan sejak dia belum ada, ibunya sudah memikirkan bahan bacaan untuknya :)

        Like

    1. Iya pas dulu masih di sana juga aku belum pernah ke Jalan Semarang lho ndi :’) Itu buku asli-tapi-bekas ta? Bukan buku bajakan ya?

      Like

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s