Pelayang dan Perangkak

Aku makhluk kenyataan
tak lagi mampu menyibak kabut awanmu
–kumpulan renung yang menguar dari kepala itu

Sementara kau hidup dengan melompat-lompat
ingin terbebas dari gravitasi kelinci
Aku, tanpa sadar, sudah menyerah
dan hidup pada kini
memikirkan perkara menu makan pagi

Aku merangkak, kaki dan tangan memijak kuat
Kepalamu melayang, membawa tubuhmu serta pada bintang

Sekarang.. bagaimana..
Bagaimana mungkin berjalan beriringan?

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s