Pada cermin kulihat
benik matamu yang menghitam pekat
di sana terhampar malam tanpa awan, tanpa bulan
membungkus rapi serimba hutan

Hutan itu memuat kayu-kayu kuyu yang begitu ingin rebah?

Bertahanlah,
dan gugurkan saja lima belas tetes daun dari
matamu yang terik kemarau
agar kayu-kayu itu tetap menjadi jati
penyangga diri kita yang mulai arau.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

2 thoughts on “”

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s