Aku Akan Mati Muda

“Aku akan mati muda.”

Awalnya aku pikir itu hanya kata-kata iseng yang kebetulan saja terluncur dari lisannya, tapi semakin lama bersamanya aku jadi paham bahwa kata-kata itu amat serius. Suatu hari aku berkesempatan masuk ke kamarnya. Di dinding kamar yang putih bersih itu hanya ada satu tempelan sederhana, selembar karton berwarna hijau muda bertuliskan dua kata disertai emoticon: “mati muda :)”

“Hah?” Aku, waktu itu, menggumam heran.

“Haha, kenapa?” tanyanya.

“Kamu mau mati muda?”

“Bukannya aku sudah pernah bilang padamu?”

Dan aku tidak bisa menjawab. Aku tidak berani bertanya lebih. Pernahkah kamu berada pada situasi yang sangat misterius hingga takut untuk mencari kejelasan di baliknya? Begitulah yang kurasakan mengenai hal ini.

Kemudian di pikiranku mulai terputar suatu skenario dramatis.. jika saja besok ia mati tertabrak kereta di perlintasan.. atau tertabrak mobil di tengah riuhnya jalan raya.. tentu kejadian ini akan sangat menarik untuk diberitakan. Jika itu terjadi, jika kemudian aku meluaskan pembicaraan singkat nan misterius kami soal keinginannya untuk mati muda.. Aku jadi membayangkan tayangan infotainment (para selebritis sering menceritakan perihal ‘tanda-tanda’ atau ‘salam pamit’ itu kan).

Tapi nyatanya berbagai kecelakaan itu tak kunjung terjadi. Ia bertahan hidup, bahkan selalu sepenuhnya sehat. Tak pernah kulihat ia terbatuk-batuk atau terbersin-bersin. Pucat, berkeringat, atau menggigil pun kelihatannya tidak pernah terjadi pada tubuhnya.

Kemudian di pikiranku terputar skenario lain yang tak kalah dramatis.. bahwa sebenarnya ia adalah semacam makhluk-bukan-manusia yang berasal dari luar angkasa atau masa depan. Ia begitu sakti, tak bisa tergores segaris pun. Kekal! Jangan-jangan begitulah yang sebenarnya. Itulah mengapa ia begitu mendamba kematian di usia muda, justru karena ia tak mungkin mengalaminya.

Maka aku pun melalui hari-hari sambil diam-diam menunggu salah satu dari dua hal ini terjadi: pertama, kejadian tragis yang akan menewaskannya di usia muda dan kedua, gosip-gosip aneh mengenai kemunculan UFO atau mesin waktu di sekitar sini.

Tapi keduanya tidak pernah terjadi.

Ia lulus kuliah dengan baik, berpredikat cum laude meskipun bukan yang terbaik. Kemudian ia bekerja di suatu lembaga swadaya masyarakat (katanya karena lokasi kerjanya dekat dan bisa ia capai dengan bersepeda). Pada akhirnya ia sungguh tampak seperti orang biasa.

-akan disambung-

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

3 thoughts on “Aku Akan Mati Muda”

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s