Baju Bulan oleh Joko Pinurbo

Baju Bulan oleh Joko Pinurbo

Baju Bulan, sebuah buku yang berisi 60 puisi pilihan Joko Pinurbo yang ia tulis selama 1991-2012. Tidak ada tema khusus. Kavernya cantik dan terasa dingin. Tipis, ringan untuk diajak menjadi teman perjalanan.

Jokpin sendiri adalah salah satu penyair yang aku sukai. Aku langsung menyukai gayanya setelah membaca ‘Kepada Uang’ di salah satu majalah sekitar tujuh tahun lalu. Puisi-puisinya tidak ‘marah-marah’, tidak meneriakkan perjuang-juangan atau ketidakadilan. Puisi Jokpin bagiku terasa lugu, pendiam, dan penyabar.

Baju Bulan

Bulan, aku mau Lebaran. Aku ingin baju baru,
tapi tak punya uang. Ibuku entah dimana sekarang,
sedangkan ayahku hanya bisa kubayangkan.
Bolehkah, bulan, kupinjam bajumu barang semalam?
Bulan terharu: kok masih ada yang membutuhkan
bajunya yang kuno di antara begitu banyak warna-warni
baju buatan. Bulan mencopot bajunya yang keperakan,
mengenakannya pada gadis kecil yang sering ia lihat
menangis di persimpangan jalan. Bulan sendiri
rela telanjang di langit, atap paling rindang
bagi yang tak berumah dan tak bisa pulang.

(2003)

Doa Malam

Tuhan yang merdu,
terimalah kicau burung
dalam kepalaku.

(2012)

Menurutku hal spesial dari puisi adalah ia tidak harus menuntaskan sesuatu. Tidak seperti prosa yang umumnya punya awalan dan harus ditutup dengan penyelesaian. Puisi bisa berpanjang-panjang tapi ia juga bebas berpendek-pendek. Puisi bisa terasa seperti rangkaian aksi tokoh-tokoh dalam suatu kisah, tapi bisa juga sekadar lukisan suatu latar keadaan.

Eh, konon katanya, buku puisi adalah buku yang paling tidak laku di pasaran. :)

Nah seperti biasa, buku ini pun terbuka untuk kalian pinjam.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

5 thoughts on “Baju Bulan oleh Joko Pinurbo”

  1. Hey, salam kenal. :)
    Pas saya baca kalimat akhir tulisan kamu, saya agak sedikit nggak percaya. Benarkah bisa dipinjam? Serius? Tapi pas baca page Rak Buku, baru saya percaya. Eih, saya seneng masih ada orang yang begitu percaya mau minjem-minjemin bukunya kayak kamu. :)

    Eih, kalo buku Baju Bulan itu saya beli boleh nggak? Dengan harga second yang sesuai dengan kondisi bukunya tentu. Atau tukeran sama buku yang saya punya. Judulnya Wafak Mbah Koyod. Buku kumpulan cerpen karya 12 penulis muda Banten yang baru diterbitkan Gong Publishing November lalu. Kalo mau cek bukunya kayak apa, boleh dicek di link blog saya yang ini http://dapurkata45.wordpress.com/2013/12/13/representasi-ubrug-dalam-wafak-mbah-koyod/

    Saya masih punya buku yang masih dalam kemasan. Di dalamnya ada salah satu karya saya. Hhe… *narsis*

    Ini tawaran serius. Soalnya bulan-bulan kemaren pas saya mau beli buku Baju Bulan itu di Intermedia Kota Serang (tempat tinggal saya), ternyata bukunya udah nggak ada. Kata Mas-mas penjaganya udah diretur karena katanya nggak laku. Bener, buku puisi itu minim peminat. :D Padahal saya ngincer banget buku itu. Eih, tapi itu juga kalau kamu mau loh. Kalau nggak juga nggak papa. Salam kenal aja dari saya. Hhee… :)

    Like

    1. Halo!
      Maaf baru merespon komentarmu. Maaf juga, aku tidak akan menjual atau menukar buku ini–soalnya aku sangat suka Joko Pinurbo, hehe. Untuk mendapatkannya, coba cek toko-toko buku online deh. Atau langsung hubungi bagian pemasaran dari Gramedia. Semoga kamu bisa memilikinya ya!

      Like

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s