Gelas-gelas Kaca

Ada sesuatu pada gelas-gelas kaca yang tidak bisa kupahami. Begini. Gelas-gelas kaca itu selalu diam, tidak bergetar sedikit pun. Hening. Tapi justru aku merasa heningnya adalah suatu denting tersendiri.

Denting yang hening.

Dan jenis denting ini selalu membuatku merinding.

Kamu tahu bahwa aku tidak menyukainya. Suatu hari aku berpesan padamu agar tidak sampai menyerupai gelas-gelas kaca. Lebih baik kamu bercipratan seperti air terjun yang gemuruh. Atau, menjadi aliran sungai yang meliuk-liuk berkecipak juga oke. Yang penting jangan membeku sempurna seperti gelas-gelas kaca. Sebab walaupun kamu hening, aku akan tetap mendengar denting-denting ngeri dari rongga dadamu. Ya mungkin asalnya dari jantungmu itu.

Sayangnya kamu tidak ingin mendengarku. Kamu buru-buru menjadi gelas kaca yang ganas. Aku sih insaf. Ya sudah kalau kamu memang sukanya seperti itu.

Hanya saja aku pikir begini: kalau sebegitu sukanya membeku, mending kamu matikan sekalian deh detak jantungmu itu.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

2 thoughts on “Gelas-gelas Kaca”

  1. kasihan si gelas-gelas kaca. dan lebih kasihan jika dia tetap di-Ya sudah kalau kamu memang sukanya seperti itu-i oleh orang yang seharusnya bisa mengubahnya jadi air terjun atau aliran sungai. jangan ditinggalkan sendirian.

    Like

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s