Lari lari lari! Aku tidak suka lari!

Bukankah hidup adalah perhentian? Tak harus kencang terus berlari..
-Padi

Ketika SD aku tidak suka pelajaran olah raga, terutama lari. Guru olah-ragaku, walaupun hatinya baik, punya mulut yang tajam. Kapanpun diuji, aku selalu mencapai finish pada urutan kedua dari belakang. Dengan jarak yang cukup jauh pula dari teman-teman di depan. Satu-satunya ‘penyelamat’-ku adalah seorang teman yang kemampuan larinya parah sekali.

Benar-benar. Parah. Sekali.

Jadi kalau si teman ini tidak masuk ya aku pasti jadi yang tertinggal di belakang.

Ketika SMP aku tetap tidak suka pelajaran olah raga. Aku rasa bagi anak perempuan yang sedang menjalani proses pendewasaan, olah raga adalah pelajaran yang sangat menyebalkan. Bayangkan saja: kami bergerak, badan kami bergerak, dan anak laki-laki terkekeh menonton kami.

Hih.

Ketika SMA aku tidak terlalu membenci olah raga. Walaupun tidak pernah bisa bekerja sama dengan bola voli dan bola basket, aku sukses melakukan lompat tinggi, lompat jauh, dan lompat kangkang. Tapi aku tetap tidak suka dengan lari. Olah raga satu ini memaksaku ngos-ngosan melewati jalanan Surabaya pagi hari yang sudah ramai. Penuh polusi. Dan udara itulah yang kuhirup dalam-dalam demi memberi energi bagi tungkai-tungkai untuk terus berlari.

Lalu tibalah masa menjelang ujian akhir sekolah. Untuk pelajaran olah raga, uji itu adalah lari. Demi mempersiapkan tubuh kami, aku dan teman-teman mulai berlatih di lapangan KONI Surabaya.

Di tempat itu atlet dan ‘rakyat sipil’ bercampur. Ada anak sekolahan sepertiku yang cuma lari sekadarnya (dan justru lebih banyak duduk-duduk atau jalan santai sambil ngobrol). Ada sekeluarga yang lari beriringan dengan bahagia. Ada anak-anak yang postur tubuhnya sudah terbentuk dan lari dengan kecepatan luar biasa, didampingi oleh pelatihnya yang menggenggam stopwatch.

Melihat mereka yang serius menekuni dunia perlarian (bahkan sejak kecil), aku jadi mulai banyak berpikir tentang lari. Benar-benar mengherankan bagiku..

Kok ada gitu ya orang yang mau susah-susah berlari?

..akan dilanjutkan.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s