Ku,

Aku,

Aku tidak akan bertemu denganmu, Ku. Justru kemunculanku akan jadi kematian bagimu. Aku akan menggantikan posisimu. Aku akan memakanmu, huhuahahahahaha!

Maaf, bercanda sedikit.

Aku sudah menantikan giliranku muncul dalam kehidupan. Aku berharap dapat hidup sebagai orang yang baik, pintar, dan hebat–pokoknya tidak secupu kamu, Ku. Aku tidak akan jadi orang yang mudah menyerah dan penakut.

Tapi ternyata begini. Kemarin aku kaget sekali saat diberitahu bahwa aku tidak bisa sepenuhnya menentukan hidupku itu. Katanya, kehidupan itu bukan milikku saja, ada kamu di dalamnya, di masa lalunya. Katanya, akan jadi seperti apa hidupku akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana kamu berkehidupan.

Oleh karena itu aku ingin menegaskan padamu, Ku. Jangan berani-berani menghancurkan hidupku yang penuh potensi! Awas saja. Camkan ini. Kalau kamu sampai mengkhianatiku, aku akan.. akan.. membunuhmu!

Aih, tapi itu tidak mungkin ya. :/

Ya sudahlah, pokoknya tolong ingat ya bahwa ini hidup kita bersama. Bukan milikmu dalam waktumu saja.

Salam-manis-selalu-untukmu,
Aku.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s