Pengkhianat Nomor Satu

Diri kita di masa depan sering kali mengkhianati diri kita di masa lalu.

Uh. Terkhianati saja sudah amat menyakitkan. Lebih-lebih lagi jika yang mengkhianati adalah.. diri kita sendiri. Sakitnya terkhianati diaduk-aduk kalis dengan sakitnya rasa bersalah. Uh!

Kutipan ini aku dapat dari Mas Aten (Bagus Takwin) dalam kelas Diri dalam Kehidupan Sosial. Aih, kelas ini memang sering sekali membuat kami merenung dalam-dalam, lebih dalam, lebih-lebih dalam……

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s