Kebetulan

Kita bertemu secara kebetulan
saat matamu bertamasya dan
senyumku hinggap di muka
–atau mungkin sebaliknya

Sebab kebetulan adalah kejadian biasa
tak ada yang perlu dipastikan atau ditanya-tanya

Kita memutuskan untuk bertemu lagi
–secara kebetulan
saat kau duduk menunggu dan
aku datang dari belakang
Kau memberiku seikat bunga,
“Ini, kebetulan kutemukan di jalan.”
Aku memberimu sekotak cokelat,
“Ini, kebetulan tidak habis di rumah.”

Lalu secara bersamaan–dan kebetulan,
kita sodorkan hati masing-masing di atas meja
“Ini, kebetulan ada di kolong dada,”
lalu saling menerima seperti sewajarnya

Sebab ini kan cuma kebetulan
bukan apa-apa

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

One thought on “Kebetulan”

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s