Mari Berpolitik!

Membaca post ini rasanya seperti membaca gabungan kuliah psikologi pendidikan & keluarga + psikologi politik yang kuambil semester lalu. :)

Journey of Sinta Yudisia

Pernahkah anda mengajarkan si kecil berpolitik?
Bagaimana mungkin mengajarkan anak di bawah umur untuk memilih partai, anggota legislatif dan memahami cara politik bekerja! Tentu, bila makna politik dipersempit sebagai cara seseorang mendapatkan posisi dalam pemerintahan, kita tak mungkin mengajarkan anak SD berpolitik.
time-young-voters

Perilaku seseorang tidak dibentuk hanya dengan sekali kejadian. Mengapa seorang anak takut kecoak dan berseru girang melihat kucing, apalagi gajah dan jerapah? Secara logika, jika takut melihat kecoak, maka akan semakin takut melihat binatang yang jauh lebih besar. Proses berpikir, adaptasi, modelling dan seterusnya membentuk perilaku hingga setelah dewasa pun, kita berseru jijik dan gemas melihat kecoak. Padahal cukup sekali injak, gepenglah ia.

Stereotip tentang polisi pun demikian.
Sejak kecil, ketika si anak susah makan, ibu akan berkata ,”awas, nanti Mama panggilkan polisi!”
Tak cukup hanya itu, si kecil menyerap demikian banyak informasi dari sekitar, ketika percakapan orang dewasa terjadi ,” pakai helm, biar gak ditilang polisi!” atau…

View original post 1,446 more words

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s