Memaafkan Jalan-jalan

..Nikmati jalan di Jakarta
Parapa, parapa, parapa parara
Maafkan jalan Jakarta..

adalah sepenggal lirik dari lagu Senja di Jakarta oleh Banda Neira. Sekitar sebulan lalu aku mendengarkannya dan terhanyut oleh kalimat terakhir itu. Jalan-jalan di Jakarta yang sering kita sebali itu.. pada suatu titik sebaiknya kita maafkan. Kemudian setiap aku berjalan melewati Jalan Margonda, berebut ruang dengan motor-motor yang parkir dan yang lalu-lalang, kepalaku mengulang-ngulang lirik di atas dengan sedikit perubahan:

Parapa, parapa, parapa parara
Maafkan Jalan Margonda..

Kalimat semacam ini tentu saja hanya kita ucapkan jika memaafkannya adalah hal yang sulit–atau, paling tidak, kita rasa sulit. Begitulah, bagiku cukup sulit memaafkan Margonda yang ruwet begitu.

Ah. Lalu aku bertemu jalan-jalan yang lain.

Aku bertemu Sukhedhara, Mahankal, Thahachal, Bafal, Kalanki, Khadka Gaun. Dengan debunya yang gila-gilaan. Geronjalannya yang tidak karuan. Lubang dan genangan. Konstruksi yang tidak kunjung rampung. Perempatan tanpa lampu lalu lintas. Tanjakan dan lika-liku.

Mereka membuatku lebih mudah memaafkan Margonda. Semoga saja maafnya awet sampai seperlunya.

Lalu bagaimana aku bisa memaafkan jalan-jalan jahil yang di sini?

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s