Menjadi Perempuan

Perempuan perlu taat kepada suami, tapi tahukah bahwa lelaki wajib taat kepada ibunya tiga kali lebih utama daripada kepada bapaknya?

Perempuan menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tapi tahukah bahwa harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya? Sementara apabila lelaki menerima warisan, ia wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya.

Perempuan perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tapi tahukah bahwa setiap saat ia didoakan oleh segala umat, malaikat, dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini? Dan tahukah, jika ia mati karena melahirkan maka syahid dan surga akan menantinya?

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan diminta pertanggungjawaban terhadap empat perempuan, yaitu istrinya, ibunya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang perempuan tanggung jawab terhadapnya diemban oleh empat orang lelaki, yaitu suaminya, ayahnya, anak lelakinya, dan saudara lelakinya.

Seorang perempuan boleh memasuki surga melalui pintu yang mana saja yang disukainya cukup dengan tiga syarat: salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dan taat kepada suaminya.

Seorang lelaki wajib berjihad fii sabilillah, sementara bagi perempuan jika ia taat pada suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada Allah maka ia akan turut menerima pahala setara dengan orang yang pergi berjihad fii sabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Dikirim khusus untuk perempuan cantik yang bersabar saat tertekan, tersenyum saat hari menangis, diam saat terhina, memesona karena memaafkan, mengasihi tanpa pamrih, serta bertambah kuat di dalam doa dan pengharapan.

Adakah broadcast ini sempat menyambangi ponselmu?

Kadang.. aku.. masih merasa tidak paham..

Jadi begini ya.. perempuan dan lelaki itu berbeda, maka keduanya diuji dalam kompetensi yang berbeda. Ujian bagi masing-masing ya terasa berat bagi masing-masing. Tapi beda bentuknya.

Kadang aku merasa menjadi laki-laki itu lebih seru. Aduh. Beginilah aku pernah menuliskannya:

“Kalau aku adalah seorang dari kalian, aku tidak akan takut dengan derik jarum jam yang memanjat puncak. Aku mestinya tidak khawatir dengan lorong-lorong sempit yang mencurigakan. Aku bisa berdiri gagah di baris terdepan untuk membela kebenaran. Tuan-tuan besar akan tertarik untuk mengajakku berdiskusi dan Nyonya-nyonya terhormat akan terpukau pada penampilanku yang meyakinkan. Walaupun harus tangguh menghadapi ekspektasi, setidaknya aku bisa terbebas dari beberapa bias.”

“Nak, ingat An Nisa 32 nak..” kata superego.

Hai, laki-laki, kalau menurutmu menjadi perempuan itu bagaimana rasanya?

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

One thought on “Menjadi Perempuan”

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s