Cuci Piring Setelah Makan

Dulu ketika aku masih SD, aku berbagi kamar dengan kakak. Di kamar itu ada sebuah radio yang tidak pernah beralih dari saluran Hard Rock FM. Radio itu hampir selalu menyala, bahkan ketika kami tidur. Alasannya karena kakakku selalu ingin ada ‘suara-suara’, tidak suka suasana yang sepi.

Suatu malam, ketika kami sudah berbaring tapi aku belum terlelap, aku mendengar sebuah kilasan artikel yang dibacakan oleh sang penyiar. Katanya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa di Amerika Serikat lebih banyak laki-laki yang mengalami obesitas dibandingkan perempuan. Katanya lagi, diperkirakan penyebabnya adalah karena setelah makan perempuan mencuci piring sedangkan laki-laki tidak.

Semacam kalori yang masuk langsung terbakar gitu ya? Haha entahlah. Yang jelas setiap kali malas mencuci piring ingatanku selalu memutar kembali kata-kata penyiar radio itu. Yah lumayan buat motivasi.

Wah padahal jangan-jangan artikel itu cuma propaganda untuk melanggengkan budaya patriarkis dimana perempuanlah yang wajib melakukan pekerjaan rumah.

Halalalalah. Jangan dihiraukan. Itu tadi cuma racauan anak yang baru masuk satu kali di kelas Psikologi Perempuan & Gender dan Paradigma Feminis.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

4 thoughts on “Cuci Piring Setelah Makan”

    1. Eh setelah dipikir lagi sebenarnya bisa saja artikel ini berefek sebaliknya. Mungkin laki-laki yang membaca artikel itu akan mulai termotivasi untuk mencuci piring setelah makan. Ya nggak ya nggak? :o

      Like

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s