Ketika Kamu Merasa Tidak Berharga

Aku akan memberi sedikit tips.

Kalau ada suara dalam dirimu yang bilang bahwa kamu tidak berharga, yakinlah bahwa itu bohong.

Kalau suara itu masih terus berkeras, sempatkanlah naik kereta ke Stasiun Gondangdia atau Juanda. Setelah turun dari gerbong, menuruni tangga, melewati palang pintu tiket, dan kembali menuruni tangga lagi… saksikanlah puluhan lelaki mengacungkan tangannya, memanggil-manggil, berebut mendapatkan perhatianmu.

“Ojek mbak-bajaj mbak-ojek mbak! Kemana-kemana-kemana? Gambir-Gambir? Mbak-mbak-mbak!”

Tuh. Nikmatilah sensasi keberhargaanmu.

:))

Btw, sebagian dari kita punya keinginan yang besar untuk berguna bagi orang lain. Perasaan menjadi pahlawan yang dibutuhkan itu menarik sekali ya? Kira-kira ini adalah sebuah naluri kemanusiaan atau malah jebakan Batman? :}

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

2 thoughts on “Ketika Kamu Merasa Tidak Berharga”

  1. kalo di kuliah keluarga katanya kita secara instingtif ingin merawat selain diri kita. kayak merasa dibutuhkan gitu ya. kalo kata Mas Aten karena orang lain adalah bagian dari diri kita, jadi kita ingin merawat mereka supaya baik, bahkan supaya similar sama kita. :|

    Like

  2. “Kalau ada suara dalam dirimu yang bilang bahwa kamu tidak berharga, yakinlah bahwa itu bohong.”

    konsep yang bagus vin, sering banget akhir akhir ini punya perasaan buruk kyk gt -__-

    Like

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s