Anu

Ketika menghadapi text field kosong aku sering merasa…..

Hm, aku tidak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkannya.

Yang kumaksud dengan text field adalah segala kotak yang kita isi dengan tulisan, entah itu pada laman add new post pada blog, new tweet, atau yang semacamnya.

Pada jam segini. Diselingi lagu Tanah Air dari televisi. Oh oh, baru saja lagu itu berakhir dan digantikan suara tuuuuuuuuut dan garis warna-warni.

Aku bilang sih atmosfernya sangat mendukung self-disclosure.

Terasa. Terasa ada banyak hal yang ingin dikeluarkan. Diungkapkan. Dituliskan. Diketikkan. Setumpuk tebal hal yang tidak terkatakan. Segudang emosi yang menggumpal.

Tapi tidak semulus itu. Tentu saja kemudian muncul usaha-usaha inhibisi. Tahan. Tahan. Tahan. Ndak usah mengotori jagat internet lah. Jangan kebanyakan membagi informasi yang tidak perlu lah. Lagipula aku tidak benar-benar tahu apa yang ingin kuungkapkan.

Sudah begitu, muncul sebuah tweet dengan segenap semangat menyoraki suatu klub sepak bola yang baru mencetak gol.  -__- Ya sudah deh, sudah. Buyar.

Yah paling tidak dengan post ini aku berusaha melunak pada diri sendiri.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s