Kamu Selalu Penuh dengan Dirimu Sendiri

Kamu selalu penuh dengan dirimu sendiri.

Kamu menyerap orang lain. Itu yang membuat saya takut pada kamu, bahkan untuk sekadar bicara. Kata-kata saya semuanya akan leleh, merasuk pada pembuluhmu melalui jari-jari tebal itu. Lalu saya akan kekeringan kata. Dan mati.

Atau kamu akan menggenggam kata-kata saya, meremasnya hingga remuk dan menyerpih di depan muka saya. Kamu bisa tiupkan angin pada serpih itu agar menempel pada selip-selip sudut mata saya. Saya akan kelilipan. Dan buta. Lalu mati.

Makanya saya lebih memilih.. menendang-nendang.

Ini terbilang percuma, sebab saya pun tahu lapisan tebal kulit dan lemak selalu tangguh melindungi kamu. Tengkorak kepala itu juga begitu keras, tak akan bergeming dengan tendangan cupu saya.

Tapi memangnya selain menendang saya bisa apa?

Sekadar untuk menunjukkan diri ada. Barangkali, bisa saja, ada kemungkinan, kalau-kalau tendangan saya yang hanya serupa gemericik air akan melubangi tengkorakmu. Tapi saya tidak berharap seserius itu. Tidak. Ini hanyalah respon untuk menunjukkan padamu bahwa saya masih punya kaki.

Berdiri sendiri meski berkali-kali kamu pakani.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s