Menulis dan Keberanian

“Feel the fear, then do it anyway.”

As Syllachtea Writes

Lagi-lagi aku harus curhat tentang masalah menulis.

Jadi ini sudah dua bulan di tahun 2014 dan aku belum menghasilkan sepotong tulisan pun. Dua tulisan yang di-publish sebelumnya itu berasal dari blog privat, jadi, yah begitulah. Kemudian aku melihat sebuah tulisan di internet yang cukup bagus dari blogger lain. Isinya sama, yaitu keluhan tentang masalah menulis. Blogger termaksud berujar bahwa ada tiga fungsi menulis. Pertama, untuk mengendapkan pengetahuan. Kedua, sebagai suatu memento atas pengalaman kita. Ketiga, sebagai sarana untuk menyempurnakan sarana berpikir kita. Cukup masuk akal. Aku jarang menulis dan aku sangat pelupa.

Tidak salah jika orang bilang menulis itu susah. Dalam menulis, kita dituntut untuk mengekspresikan kehendak, pikiran, atau pengalaman ke dalam bentuk yang dapat dimengerti orang lain. Sama seperti berbicara? Tidak. Kita berbicara umumnya dengan seseorang atau sekelompok orang yang kita tahu persis, misalnya orang tua atau teman. Ketika kita menulis, kita tidak tahu siapa…

View original post 543 more words

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s