Pertukaran Kepala

Ayo bertukar kepala!

Sudah lama kulirik-lirik batok milikmu itu
Ingin coba kupasang di atas leherku
untuk kurasai, kuhayati
setiap aliran darah dan sengatan listriknya
irama dan tarian alur pikirnya

Sebab aku belum juga dapat mengerti,
apa yang berkelebat di dalam sana?

Aku selalu berpikir kita berasal dari tempat yang sama
dan dengan demikian akan mudah untuk saling paham
Belakangan aku ingat bahwa dari satu stasiun yang sama berlari kereta-kereta dengan tujuan berbeda
Asal, sebagaimana stasiun, tidak terhubung dengan tujuan tunggal
Asal adalah masa lalu, atau mungkin
mesti kubilang bahwa asal hanyalah masa lalu
Kalau begitu adakah tiket kereta masih di genggamanmu?
Atau di saku celanamu, atau kusut dalam tasmu?
Maksudku dengan begitu barangkali kamu akan ingat..

Tentu saja aku pun akan mengizinkanmu mencoba kepalaku
Ia tidak jelek-jelek amat lho
Sudah cukup terasah selama setahun ini
Mataku pasti masih menyimpan beberapa gambar
Kamu bisa melihat banyak dirimu di sana
Beberapa orang bilang cinta adalah reaksi kimia dalam otak
Kalau benar, maka dengan kepalaku kamu akan mencintai dirimu

Bukankah terdengar cukup menyenangkan?

Ini kesempatan yang jarang.

Jika akhirnya kamu setuju, hanya satu yang harus kita rundingkan:
siapa yang bertugas menebas leher kita dan mengepaskan tiap kepala pada tunggul barunya?

Atau, kalau tampaknya akan terlalu repot dan berlepotan darah,
bagaimana kalau kita saling bertukar kepala melalui tutur cerita?

Bagaimana kalau kita mulai saling bicara?

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s