Satu Bulan, Dua Bulan, Banyak Bulan, atau Tanpa Bulan

Ponselku berdering. Ah. Itu dia.

“Halo, assalamualaikum.”

“Waalaikumussalam. Selamat malam. Langit cerah di sana?”

“Tunggu sebentar.” Aku menuju jendela dan membukanya. Udara dingin langsung menyerbu. “Cukup cerah. Tapi aku nggak bisa melihat bintang sebanyak di rumah.”

“Oh.”

Oh saja? Hening beberapa saat. Kepalaku dipenuhi tanda tanya.

“Aku sudah bisa mengenali Spica. Dan tanpa aplikasi smartphone apapun. Beneran.”

Spica? Untuk itu dia menelepon?

“Hahaha. Di sini Spica nggak kelihatan. Hanya ada bulan.”

“Hm. Iya. Bulan penuh.”

Bulan sebulat kelereng bertengger di pucuk langit. Kalau saja seluruh lampu di kota ini mati, tentu bulan itu punya kesempatan untuk membuktikan terangnya.

“Kenapa bulan cuma ada satu?”

“Hm?” kataku spontan, keheranan.

“Nggak jelek juga kan kalau ada dua bulan. Dua lebih baik daripada satu.”

Aku tidak paham kemana dia ingin membawa pembicaraan ini.

“Seandainya ada dua bulan, mungkin orang nggak akan terlalu kepedean mengklaim sedang ‘melihat bulan yang sama’. Barangkali aku melihat bulan yang satu, dan kamu melihat bulan yang lain.” 

“Hahaha. Kamu merusak suasana romantis lho,” kataku, setengah bercanda.

“Lho. Justru dengan begitu kita bisa saling menceritakan bulan yang kita lihat masing-masing. Lalu aku bisa melihat kedua bulan walaupun di langitku hanya ada satu.” Suaranya lalu memelan, melanjutkan, “..melalui matamu. Lewat ceritamu.”

Hening lagi.

“Ah.. jadi kamu belum tahu ya?” Kini aku ambil giliran memecah kesunyian.

“Belum tahu apa?”

“Ternyata sungguhan belum tahu. Begini. Sebenarnya dulu ada dua bulan yang mengitari bumi.”

“Eh? Iya?” Nada suaranya terdengar sangat keheranan.

“Iya. Tapi itu dulu. Kamu tahu ke mana satu bulan yang hilang?”

“Nggak. Ini serius?” 

“Ada seorang anak perempuan yang menyimpannya di kamar. Ibunya yang mengambilkan bulan itu. Habis anak itu setiap malam merajuk, ambilkan bulan Bu, ambilkan bulan Bu.

“Ah!!” Terdengar tawa kesal dari seberang.

“Lalu anak itu tumbuh dewasa dan lupa dimana menyimpan bulannya. Haha.”

Tawa kami terhenti setelah beberapa detik, disusul lagi oleh hening.

..

Lalu dia memulai lagi..

“Aku pernah dengar cerita yang berbeda.”

“Oh ya? Bagaimana?”

“Sebenarnya ada banyak sekali bulan yang mengitari bumi. Jutaan, bahkan milyaran mungkin. Ukurannya kecil-kecil.”

“Ah aku tahu,” kataku, dengan nada kemenangan, “Pasti bulan-bulan itu habis dimasak tukang terang bulan.”

“Ah!!” Lagi-lagi dia tertawa kesal. “Kenapa kamu tahu!”

Dan kami tertawa lagi untuk beberapa lama.

Dan hening lagi.

 

..

Dingin.

Kututup jendela kamar. Tapi masih terasa dingin di tempat yang lain.

“Hei.”

“Hm?” Apa yang kamu inginkan, Na? 

“Kupikir-pikir lagi.. mungkin sebaiknya nggak perlu ada bulan sekalian.”

“Eh? Kenapa?”

“Kalau bulan nggak pernah ada, kita nggak akan membicarakannya. Jadi mungkin.. saat ini kita akan.. membicarakan hal yang berbeda.”

Tanpa sengaja aku menghela nafas berat. Mungkin dia bisa mendengarnya.

“Hal macam apa itu?” tanyaku. Mencoba mendesak.

Hening, lagi. Dingin menusuk-nusuk.

Satu bayangan, disusul bayangan yang lain.. berbagai bayangan berkelebatan dalam kepalaku. Apa yang salah? Bagaimana bisa jadi seperti ini? Bulan mengintip-intip dari jendela. Tiba-tiba kepalaku memutar sepotong lagu.. 

oh bulan hanya dirimu yang menyaksikan segalanya
oh bulan tolonglah daku, katakan padanya…..

Aih. Apaan sih ini. Merasa geli sendiri, aku pun angkat bicara, “Nggak ada hubungannya dengan bulan. Mau ada satu, dua, tiga, sejuta, semilyar, ataupun nggak ada sama sekali.”

Siap?

“Kita hanya harus jadi pemberani.”

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s