Hidung yang Copot dan Handphone yang Melekat

Ibuku sering kali bilang, seandainya saja hidungku bisa copot, tentu ia sudah hilang. Alasan mengapa ibuku sampai mengatakan hal ini tentu cukup jelas bagi kalian yang mengenalku. Atau, kalian yang tidak terlalu mengenalku pasti bisa menebak dengan mudah.

(Hingga saat ini hidungku–maupun kupingku dan kelingkingku–tidak pernah copot, dan dengan demikian tidak pernah hilang.)

Jika saja ibuku tidak berhenti pada ledekan hidung-copot dan meneruskan perjalanan pemikirannya, tentu ia akan sampai pada spekulasi yang lebih menarik. Mencengangkan, bahkan.

Perhatikan. Dengan cara pikir yang hampir sama, kita bisa mencurigai bahwa telepon genggam–termasuk note, tab, pad, dan kawanannya–justru adalah anggota tubuh kita yang, secara ajaib, bisa copot. Ya!

Kalau imajinasi kalian belum sampai, izinkan aku mencoba menuntun kalian ke dalam skenario ini.

Ketika setiap dari kita lahir, sesungguhnya kita lahir dengan handphone dalam genggaman. Tidak tahu bagaimana dan sejak kapan, namun pasti ini semacam mutasi genetis. Selain itu, tanpa kita sadari, ada sebuah rezim misterius yang menguasai dunia. Rezim ini mungkin bermarkas di salah satu bilik di Silicon Valley atau di bawah lantai CERN. Entahlah. Yang jelas rezim ini sangat menjunjung tinggi evidence-based practice dan jeli melihat peluang pasar. Rezim ini berhasil menguasai seluruh dokter, dukun, shaman, dan yang sejenisnya di seluruh dunia. Hingga setiap seorang bayi dilahirkan, diambillah handphone dari genggamannya untuk disita oleh si rezim itu tadi. Mereka kemudian membersihkan handphone itu, menelitinya, dan memperkayanya dengan beberapa fitur. Ketika bayi-bayi itu bertumbuh menginjak usia alay, dipampanglah handphone-handphone di hadapannya sebagai barang ngetren berharga ‘terjangkau’. Voila, jadi duit deh.

Aku pikir ini dapat menjelaskan betapa alami rasanya keberadaan handphone dalam genggaman. Betapa pas. Betapa gelisah hidup tanpanya. (Kalau kamu merasa kurang pas dengan handphone-mu, itu barangkali karena kamu memiliki handphone ‘milik’ orang yang tidak tepat. Organ orang lain kadang tidak cocok dengan tubuh kita kan?)

Sebelum kalian merasa aku konyol :( coba perhatikan orang-orang di sekeliling kalian. Aku sendiri saat menulis ini sedang berada dalam gerbong KRL menuju stasiun Tanah Abang. (Kereta bergoyang-goyang sehingga tulisanku agak cakar ayam.) Dari sekitar 14 orang yang terjangkau oleh lapang pandangku, semuanya tengah melakukan salah satu dari dua kegiatan ini: tidur / ber-HP.

(Awalnya aku mau menggunakan frasa ‘bermain HP’, tapi kemudian merasa terlalu menghakimi. Siapa tahu di antara orang-orang ini ada yang sedang berkirim pesan penting dengan koleganya. Atau menengok kesehatan Pou-nya tersayang. Pff. Tentu itu hal serius yang tak mungkin dirangkum dengan kata ‘bermain’ kan.)

Nah! Karena pemandangan inilah aku pikir ber-HP merupakan hal yang setara dengan tidur. Juga, berapa banyak orang yang ketika bangun tidur langsung mencari handphone-nya? Banyak! Agaknya ber-HP juga setara dengan menguap. Ber-HP adalah aktivitas yang begitu alami, manusiawi, dan instingtif! Ber-HP adalah hasil evolusi kita!

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

4 thoughts on “Hidung yang Copot dan Handphone yang Melekat”

  1. Been a long time since the last time I told you–or maybe we I never did–ah whatever I can’t remember it anyway… And yeah, I’m still enchanted by how you write in simple manner yet still able to deliver strong ideas. 👍

    Like

  2. EMBRACE THE POWER OF SMALL TALK THO haha konstruk pelat awal :”) You can survive without any cellphone for quite long time, right, Fin? You’re a mutant then. Engkaulah kunci perubahan menuju revolusi kaum manusia tanpa ketergantungan terhadap telepon seluler. Uyeah.

    Like

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s