Terhadap Anak-anak

Kedua teks berikut sampai di ponselku dalam jam yang sama…

Percakapan antara teman A dan teman B

A: Ambek Vivin ae lo. Podo-podo psikologi, Suroboyo pisan. [Jo. Sama Vivin aja lho. Sama-sama psikologi, Surabaya juga.]
B: Mmoh. [Gak mau.]
A: Loh, opoo? [Loh, kenapa?]
B: Engkuk anakku mati kabeh. [Nanti anakku mati semua.]
A: Loh, kok isok? [Loh, kok bisa?]
B: Vivin lo gak seneng arek cilik. [Vivin lo gak suka anak kecil.]

Kata teman C kepadaku:

“Aku selalu mikir kamu bakal jadi ibu yang keren gitu lho. Bukan yang unyu-unyuin anak gitu, tapi cuek-cuek cool. Kayak ga akan membatasi, bebas aja mau ngapain asal mikir dan tanggung jawab. Terus bentuk kasih sayang kamu adalah ilmu, dengan cara ajak baca dan diskusi. Menurutku yah, hehe.”

Whah, entahlah yah. :’) Terima kasih teman A, B, C, mohon doanya agar aku bisa melimpahkan kasih sayang dan tidak membuat anak orang (berdua sih ya mz) jadi mati.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

5 thoughts on “Terhadap Anak-anak”

    1. Iya, ketakutan oknum berlebihan itu Mam. Kan nanti di rumah ada gudang, atau minimal kamar mandi. Kalo mbethik-mbethik anake dikancingi ae nang jedhing. (y) #loh

      Like

    1. :)) Tidak ada rekayasa Man. Urutan teks sampai ke HP sesuai dengan urutan teks ditampilkan di post.
      Lagipula, gak lah, aku kan memang pada dasarnya gak pernah ‘rendah’. :)) Gahaha!

      Like

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s