Player One oleh Douglas Coupland

Aku sedang merasa ingin menulis sesuatu. Daripada jariku mengetik hal yang aneh-aneh, coba kualihkan kepada ulasan buku satu ini.

Player One yang ditulis oleh Douglas Coupland ini kubeli di garage sale-nya Aksara. Sinopsis cerita di sampul belakang berkata: A real-time five-hour story set in an airport cocktail lounge during a global disaster. Belum pernah aku membaca novel yang durasi ceritanya sesingkat itu. Aku rasa butuh keahlian yang tinggi untuk mendeskripsikan kejadian secara real-time dalam kata-kata. Karena itulah aku tertarik.

Dalam novel ini ada lima tokoh utama: Karen, perempuan yang sedang menunggu teman kencannya; Rick, seorang bartender; Luke, pastur yang sedang kabur; Rachel, perempuan yang terkesan robotik; dan Player One, yang identitasnya misterius. Ceritanya dituturkan secara kronologis dengan berfokus pada tiap tokoh secara berganti-gantian.

Benar saja, aku rasa Douglas Coupland memang sangar. Dua ratus empat belas halaman novel ini mengalir lancar. Dia memaparkan aksi-aksi tokoh secara kronologis dengan jelas dan pas; tidak boros maupun pelit keterangan. Sudut pandang yang berfokus pada salah satu tokoh membuat novel ini penuh dengan self-talk. Kontemplatif. Jenis yang tidak akan kita dapatkan dari novel-novel dengan cerita yang lincah.

We run out of things that make us individual very quickly; all of us have far more in common than we do not have in common.

But maybe in the end it’s best to keep one’s doubt private. Saying them aloud cheapens them–make them a bunch of words just like everybody else’s bunch of words. If I’m going to fall, I’ll do it on my own terms.

Nah. Paling tidak itulah yang aku rasakan pada paruh pertama Player OneMemasuki perempat akhir novel, aku mulai merasa percakapannya jadi terlalu kontemplatif. Tiba-tiba seorang tokoh bisa bicara panjaang lebaar seolah kerasukan filsuf. Jadi kurang alami.

“You people are now inhabiting an era in which all human personality characteristics are linked to some form of brain feature. Personality is a slot machine, and the cherries, lemons, and bells are your SSRI system, your schizophrenic tendency, your left/right brain lobalization, your anxiety proclivity, your wiring glitches, your place on the autistic and OCD spectrums–and to these we must add the deep-level influences of the machines and systems of intelligence that guided your brain into maturity. I could go on, but do remember that, in the end, it’s real people at the end of all these variables, not androids. And if you don’t have the courage to face the truth about how we are made, then you don’t deserve the wonder that comes with being alive, regardless of how your particular slot machine generated you. Knowing your demons won’t chase away your angels, and you won’t be able to kill your demons, so you can’t get melodramatic that way.”

Sudah. Pokoknya selain perempat bagian akhir itu, dalam penilaianku novel ini bagus dan unik.

Oh iya, ada beragam istilah spesifik yang dibahas dalam dialog-dialog novel ini. Misalnya ambivital consensus, omnislut, sequential dysphasia, dan lain-lain. Ada semacam glosarium di akhir buku yang menjelaskan artinya masing-masing. Tenang.

Satu kutipan terakhir deh.

Luke is afraid of getting hurt, but he also knows that if too much time passes you miss out the opportunity to be hurt by other people. To a younger Luke this sounded like luck; to an older Luke this sounds like a quiet tragedy.

Jika mau meminjamnya, silakan bilang padaku.

Oh ya, gambar penampakan buku menyusul saja ya.

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

2 thoughts on “Player One oleh Douglas Coupland”

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s