Malam Ini Tidak Seberapa Dingin, Tapi..

..tapi aku butuh oven. Atau microwave. Biar barang sejenak bisa kuletakkan hati di dalam ruangnya. Sepuluh detik cukup lah. Sebagaimana mas-mas Sevel dengan sigap menghangatkan Nasi Jago sepuluhribuan.

Malam ini tidak seberapa dingin, sebagaimana malam-malam di kamarku yang lama. Dulu malam-malamku berlangsung cukup panjang. Kalau diibaratkan, aku seperti menggenggam tangan si malam erat-erat, enggan ditinggal. Seorang teman menegur kebiasaan ini, sebab ayat-ayat menyampaikan amanat bahwa malam dicipta untuk beristirahat. Padahal justru aku ingin tetap terbangun agar bisa bersantai merasakan waktu bergulir menuju pagi, dalam kesadaran penuh. Aku ingin berlama-lama duduk bersama Malam. Itu juga adalah bentuk ‘istirahat’. Kan?

Malam ini cenderung sumuk, tapi hatiku tetap butuh penghangatan. Aku tahu tidak banyak telinga siap menyimak dan tidak juga lisan cakap berujar. Ah, tapi sudahlah. Aku sudah tahu kemana harus(nya) mencari, dan bahwa yang mencari insyaaallah akan menemukan.

:)

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

One thought on “Malam Ini Tidak Seberapa Dingin, Tapi..”

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s