Langit

Melihat Ke Atas, dengan Benar

Tidak ada yang salah dengan ‘melihat ke atas’, hanya saja kamu harus melakukannya dengan benar. Yang terlalu sering kamu lakukan adalah melihat ke atas secara setengah-setengah. Itu salah.

Setengah-setengah yang kumaksud adalah seperti ini. Saat melihat ke atas, pandanganmu hinggap di kepala orang jangkung. Di dedaunan pohon. Atau di atap gedung-gedung bertingkat. Itu belum cukup ‘atas’. Belum. Jangan berhenti di sana.

Lihatlah ke atas, lebih tinggi dari pesawat terbang. Melampaui serabut awan, dan lebih tinggi lagi. Melewati warna biru atau abu-abu, teruskan, lebih tinggi lagi. Bulan, planet, dan bintang sebenarnya tidak sejauh itu. Lebih ke atas lagi. Ketika kamu masih dapat membayangkan apapun dengan penglihatanmu, berarti kamu belum melihat cukup atas. Tinggalkan semua rupa yang membayangi dan benar-benar lihatlah ke atas.

Karena saat kamu melihat ke atas dengan benar, kamu akan merasa tenang.*

 

*well, I guess…

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

One thought on “Melihat Ke Atas, dengan Benar”

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s