img_20150718_075711_1466170378091.jpg

Dirindui

“Sabiq kangen, mau telepon.”

Pesan itu muncul beberapa detik sebelum ponselku berdering, menandakan panggilan masuk dari nomor kakakku. Ketika kuangkat, terdengar suara anak kecil berhalo-halo beberapa kali dari seberang.

“Aku kangen. Aku kangen. Aku kangen,” kata Sabiq berulang-ulang.

Aku, seperti gadis remaja yang peragu dan selalu butuh kepastian, bertanya, “Kangen siapa?”

“Kangen tante vivin,” jawabnya lugas.

Lalu aku, kembali seperti gadis remaja yang peragu dan selalu butuh diyakinkan, bertanya lagi, “Kenapa kok kangen?”

Alah vin. Aku segera mendapat hinaan dari diriku sendiri: pertanyaan bodoh, vin. Dalam kepalaku terkilas satu episode One Piece yang kutonton beberapa hari lalu. Ada kata-kata Sengoku yang terasa begitu relevan bagi orang seperti aku:

“Don’t try to find a reason for someone’s love!”

Tapi kalau boleh, aku ingin mengedit sedikit kata-kata Sengoku sebagaimana yang diterjemahkan oleh http://watchop.io itu. Ketimbang love, lebih meyakinkan kalau kita operasionalkan saja menjadi good deeds. Kata abstrak semacam love hanya akan membuat curigaku bertamasya ke mana-mana.

Ketika orang berlaku baik, tidak perlu buang-buang energi dengan merangkai-rangkai rasionalisasi tentang mengapa ia berbuat baik. Cukup katakan terima kasih. Alasannya bukan urusanmu. Tidak ada gunanya merasa bahwa kamu hanyalah batu loncatan baginya untuk meraih surga. Pun kalaupun perlakuannya adalah bagian dari konspirasi jahat. Bukan urusanmu.

Apalagi ketika keponakanmu menyatakan sayangnya, rindunya, dan bertanya kapan kamu akan pulang. Tidak perlu buang-buang energi dengan mempertanyakan apakah anak sekecil itu memiliki kapabilitas untuk merasakan ‘sayang’ dan ‘rindu’ yang sesungguhnya. Resapi saja rasanya. Izinkan emosi itu memengaruhimu.

Sayangnya, pelajaran sederhana ini baru sampai ke teras pengetahuanku saja. Aku belum mampu menghayati, menghidupinya. Kepalaku masih terlalu besar. Terlalu menyukai jalan-jalan nirfaedah yang melelahkan.

Maaf ya, Sabiq. Terima kasih.

 

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s