Libur Telah Tiba

*brb panggil Tasya*

Alhamdulillah, setelah melewati UAS (yang cuma tiga hari.. jangan iri ya ._.v) sekarang bisa dibilang aku libur (yeah, kecuali bahwa masih ada satu tugas Pemahaman Diri yang harus dikumpulkan tanggal 30). Liburku ini akan berlangsung cukup lama, karena semester genap baru dimulai pada 13 Februari 2012 nanti. Berarti aku punya waktu sekitar… 8 + 31 + 12 =53 hari.

Ini waktu yang sangat dinanti-nanti, tapi jadi sangat rawan! 53 hari yang nggak dimanfaatkan dengan baik akan menimbulkan efek penyesalan yang kronis.

Jadi biar tetap memegang kendali penuh atas diri selama liburan, aku berencana menulis post secara intensif. Semacam melaporkan kebermanfaatan apa yang sudah aku kerjakan, insight apa saja yang sudah aku dapat, atau mimpi apa yang sudah terwujud.

Sebenarnya liburku ini bisa dibagi ke dua periode. Periode pertama adalah 22 hari di Depok dan periode kedua adalah sekian hari di Surabaya (belum memutuskan akan kembali ke sini tanggal berapa). Aku rasa periode pertama akan jadi lebih nganggur. Jadi aku akan menulis post setiap hari di periode pertama ini.

Eh.. semoga rencana ini nggak lantas membuatku jadi berkutat di depan laptop sampai berdebu ya ._.’ Semoga bisa konsisten. Dan semoga yang membaca juga mendapatkan kebaikan :)

Advertisements

Go Go Ego, Go!

Aku harap tuan-tuan sekalian mau memaafkan kelalaian pelayanmu yang lemah ini. Sepenuh jiwa telah aku abdikan diri, walau ditarik kesana dan kemari. Sudah misi hidupku memang untuk memuaskan tuan-tuan. Namun sering kali aku pun dihalangi kelelahan.

Tapi jangan makan aku. Dan jangan lemparkan aku pada ketiadaan. Sungguh akan menyesal tuan-tuan jika sampai kehilangan pelayan searif diriku. Tak akan kalian dapati pengganti. Jika aku hilang maka kamarku akan kalian warisi, namun yakinlah tak kan mampu kalian kuasai. Sesegeranya ia akan musnah diamuk pertentangan tak sudah-sudah.

Aku adalah lemah. Tapi menyerahlah, tiga tuanku, karena akulah penguasa sejati kamar ini.

Teinspirasi oleh Sigmund Freud

Apaan tuh maksudnya? Continue reading Go Go Ego, Go!

Langit

Lembaran di atas itu mengubahiku,
dan kamu, dan dunia
Aku tak tahu apa yang menyipunya
yang pasti ia mulai merona
dengan amat perlahan..
dari pekat pada cerah

Pada waktu itulah biasanya aku terbangun,
dan kamu, dan dunia
Lalu kita bangkit tergesa
melirik lembar merona itu semata sebagai penanda
bahwa waktu.. waktu!
Pelari tercepat itu lagi-lagi memburu

Maka hari itu, lagi,
kita mengejar hidup di bawah semburatnya
tanpa sempat mengagumi