Nguping Bapaknya Bocah: Tips Menghadapi Protes Bocah

Suatu petang, saat si bapak dan ibu hendak keluar untuk makan malam bersama, Heva (kelas 1 SD) melancarkan protesnya..

Heva: “Lhoo kok yang diajak umi doang? Curaang…”
Bapaknya: “Nggak boleh protes. Umi ngelahirin kamu. Emang kamu ngelahirin umi?”
Heva: “……..”

Bisa juga diganti dengan, “Papa ngasih kamu uang saku. Emang kamu ngasih papa?” dan semacamnya.

Semoga berhasil.

Advertisements

Nguping Bocah: Rahim Lungsuran Kakak

“Afna, kamu itu di perutnya umi kan bekasnya Rama, aku, sama Heva tau,”

–Yuna, diucapkan dengan nada meledek.

Adalah merupakan nasib seorang adik, terutama bungsu, untuk menerima lungsuran barang-barang bekas dari kakaknya. Mulai stroller bekas, mainan bekas, baju bekas, buku bekas, dan–oh tentu saja– ‘rahim bekas’.

Nggak papa kok, kan masih bagus.

Nguping Bocah: Warna Itu Netral, Manusia Aja yang Suka Ribet

“Kak, kak, kan nggak papa ya kalau anak laki-laki pakai warna pink.”
(diucapkan oleh seorang anak laki-laki)

Latar belakang:

Di suatu sekolah dasar di daerah urban, lima belas anak-anak berkumpul di satu kelas dan saling berinteraksi. Di hari pertama, masing-masing anak diberi name tag agar lebih mudah dikenali. Awalnya, sekolah ini bermaksud untuk memberikan name tag bertali merah muda untuk anak perempuan dan name tag bertali kuning untuk anak laki-laki. Akan tetapi pada akhirnya pembedaan ini tidak berjalan. Beberapa anak laki-laki pun protes ketika mendapat tali berwarna merah muda.

Nguping Bocah: Konspirasi Air Mineral

Di suatu sekolah dasar di daerah urban, lima belas anak-anak berkumpul di satu kelas dan saling berinteraksi. Dari setiap gerak dan ucap mereka mengungkapkan diri masing-masing, lebih kaya dan berwarna ketimbang yang bisa dilaporkan oleh tes apapun.

Di hari pertama, di kala snack time baru berlangsung…

A: (mengeluarkan kotak bekal dan botol air mineral merek Aq*a)
B: (memandangi aktivitas A) “Kata ibu aku kan Aq*a itu dibeli Israel tau.”
A: (bengong)