TUQ

.

Advertisements

6 thoughts on “TUQ”

  1. The first to answer.. (artinya yang paling sotoy)

    (1) Nggak juga. Singapur dua musim tapi disiplin. Orang empat musim juga ada yang nggak disiplin. Tpi, karena di mindset kita sudah tertancap bahwa “empat musim” itu inggris, AS, Jepang dan kawan kawannya, jadinya yg tertancap adalah negara dg daya saing tinggi. Yang jadiny, orang nggak disiplin bakalan mati disana. Padahal banyak negara empat musim lain yang nggak terekspos yang membuat kita tdk bisa nge-judge apakah mayoritas mereka tepat waktu atau tidak. Begitu.. Mengenai kbahagiaan.. Emang kamu melihat kebahagiaan dalam bentuk apa dulu? sesuatu yang abstrak? Atau kesuksesan? Kalau kesuksesan, jelas yang lebih disiplin lebih sukses. Beda halnya kalau kita membicarakan ssuatu yang abstrak, ya tolak ukurnya juga abstrak

    (3) Pernah hamil selama 40 minggu? Pada umumnya seorang ibu akan langsung sayang pada bayinya karena ia telah merasakan banyak hal yang berat selama 40 minggu hamil dan saat proses persalinan. Tapi ada juga ibu yang tidak (belum) sayang pada bayinya karena beberapa hal misalnya maturitas ibu yang kurang (pada kehamilan di bawah 16 th) atau unwanted child.

    (5) Ada. Orang dengan tipe kepribadian tertentu memiliki beberapa fungsi tubuh yang berbeda. Misal, seorang pemarah memiliki kadar kortisol yg lebih tinggi dibanding dengan penyabar. Seorang introvert memiliki produksi saliva yang lebih banyak dibanding seorang ekstrovert. Seorang yang mudah khawatir memiliki sistem parasimpatik yang reaktif dibanding seorang yang cuek. Dan lain sebagainya..

    (6) kepribadian seseorang dipengaruhi 3 hal pokok. Makanan yg ia makan, pendidikan yg terima, dan lingkungan tempatnya berada. Ketiganya harus seimbang untuk membentuk kepribadian seseorang. Misal mendapat pendidikan agamis tapi makanan yg dimakan tdk halal dan lingkungan tempat tinggal lingkungan yg jauh dr religius ya tetap saja orang itu tidak jadi religius..

    (9) Harus ada keduanya untuk suka. banyak yang hidup diantara penggila bola tapi nggak suka bola karena memang dalam dirinya tdk ada kesukaan. Dan sebaliknya. Sama seperti apakah semua perempuan suka belanja? atau hanya pengaruh lingkungan saja?

    (14) Jeleknya sistem sosialis-komunis adalah karena literatur yang jadi rujukan pelajaran kita adalah literatur dari libelaris. Coba kita baca literatur dari negeri sosialis-komunis?? Sebenarnya banyak yg bisa dipelajari dari negeri sosial-komunis tapi kebanyakan tertutup tabir. China misalnya. Rasulullah saja menyuruh kita belajar sampai ke negeri China…

    nambahin TUQ ny…

    -> siapa sih yang mbikin satu menit 60 detik dan satu jam 60 menit? Kenapa nggak dibikin 50 aja biar genep? Kenapa sedetik itu intervalnya harus sekian?

    Panjang pol yaaa..

    Like

    1. Uwoo :o Makasih komentarnya. Mau nyoba nanggapin yg nomor 1 poin pertama dulu nih :)

      Tentu saja, nggak mungkin semua. Contohnya aja, dengan mengatakan “Jepang adalah negara yang disiplin” bukan berarti tiap-tiap orang Jepang itu disiplin. Pasti ada yang males juga. Ini soal rata-rata. Jadi, kedisiplinan orang Singapur adalah satu contoh yang belum bisa membuktikan apa-apa.

      Pertanyaan ini bermula dari kuliah Individu, Kebudayaan, dan Masyarakat. Sang dosen cerita bahwa di negara 4 musim kedisiplinan itu penting.
      Bayangkan kondisi ribuan tahun lalu saat belum ada teknologi memadai untuk mengkompensasi kondisi alam. Kita harus bersiap-siap menghadapi musim dingin dengan rajin bekerja dan memanfaatkan setiap peluang untuk mengumpulkan makanan pada musim gugur. Kalau kita sederhanakan, awalnya nih ada dua kategori manusia: disiplin & nggak disiplin, masing-masing dalam jumlah sama. Tapi kemudian mereka yang nggak disiplin ini otomatis ‘dieliminasi oleh alam’ karena kelalaiannya. Nah! Dengan begini leluhur-leluhur yang punya kecenderungan tidak disiplin nggak berketurunan kan. Maka, individu yang sekarang hidup di daerah itu adalah hasil ‘bibit unggul’. Mereka disiplin, either karena nature (gen) atau nurture (didikan).

      Teorinya sih begitu. Dan penjelasannya emang evolusionisme banget. Makanya aku pingin bener-bener tau nilai kedisiplinan rata-rata semua negara di dunia kalau diklasifikasi berdasarkan musimnya :o Begituu

      Like

  2. Mau mencoba menjawab TUQ yang nomer 14 Rai.

    Kalau menurut pendapatku, sosialis-komunis itu gagalnya di sistem ekonomi nya. Mereka menganut sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh Pemerintah. Perencanaan sendiri tidak selalu baik, karena orang yang merencanakan harus mengerti semua informasi yang ada di pasar dulu sebelum mereka dapat mengambil keputusan ekonomis, seperti goods and services apa saja yang harus diproduksi, berapa yang harus diproduksi, siapa yang memproduksi, dibayar berapa, ad so on. Sering kali ada beberapa informasi yang tidak sampai, sehingga keputusan yang diambil tidak tepat.

    Sebaliknya, dalam negara yang mendukung prinsip Laissez-faire, market lah yang menginput semua informasi tersebut. market sendiri, karena terdiri dari banyak agen dan firms yang mementingkan self interest mereka masing masing, sehingga informasi seperti goods and services apa saja yang harus diproduksi lebih akurat.

    Selain itu, sifat manusia adalah people respond to incentive, ketika ada persaingan dalam bisnis, pasti ada langkah langkah kreatif yang dilakukan oleh firms tersebut untuk bersaing, entah itu quality nya dinaikin, atau cost of manufacture nya yang diturunkan, sehingga konsumen akan diuntungkan dengan qualitas goods and services yang tinggi namun harga yang murah. Hal inilah yang tidak didapatkan di ekonomi sosialis, dimana semua tindakan diatur.

    Tentu saja, terkadang terjadi market failures, sehingga harus ada pengawasan atas market. Namun laissez faire sendiri, jika diawasi tanpa terlalu banyak intervensi, cenderung berhasil.

    View bahwa sosialisme – komunisme itu kejam aku rasa bersumber dari sejarah kelam yang dirasakan oleh bangsa Indonesia ketika partai yang memakai nama tersebut mencoba melakukan kudeta. Sehingga idealisme mereka tercemar oleh cara cara yang mereka pakai untuk mendapatkan hal tersebut. Dan akhirnya terdapatlah gambaran yang kejam mengenai hal tesebut.

    Like

    1. Aku nanggapi dengan nanya lagi ya Tim..

      Jadi suatu negara sosialis-komunis itu sistem perekonomiannya pasti begitu? Dalam artian, kalau dia mengubah sistem ekonominya maka dia nggak bisa dikatakan sebagai negara sos-kom lagi? Jadi teringat Cina yang mengubah sistem ekonominya. Aku ngga begitu tau sih perubahannya itu dari bagaimana menjadi bagaimana. Mungkin bisa jelasin juga?

      Soal partai yang melakukan kudeta itu, kayaknya perlu di-cross-check lagi nih. Setauku sejarahnya sendiri masih simpang siur. “Idealisme mereka tercemar oleh cara-cara yang mereka pakai untuk mendapatkan hal tersebut” bisa jadi sebenarnya “Idealisme mereka sengaja dicemari oleh cara-cara yang seolah-olah mereka pakai untuk seolah-olah mendapatkan hal tersebut.” Sejarah memang milik mereka yang menang. Entahlah.

      Like

  3. aku kurang mengerti kalau komunisme nya Rai, karena itu udah masuk ranah politik, sehingga batasan batasan akan sistem itu masi kabur. Tapi ya, socialism sendiri kan

    Secara simple, China mengubah sistem ekonominya dengan membuka diri terhadap foreign investment, memprivatisasi beberapa state owned companies, melakukan deregulation, menghapus trade barriers and so on. Sehingga production tidal lagi didirigen kan oleh planner, namun lebih tunduk terhadap supply and demand (market forces).

    Well, itu bisa saja, meskipun begitu, pandangan yang jadi norm saat ini adalah bahwa view tersebut tercemar. Bahwa regime lama telah membentuk pandangan itu tentu tidak bisa dihindarkan, namun jangan lupa bahwa dengan adanya komparasi system yang cenderung lebih baik (democracy / laissez faire) maka jika disandangkan dengan komunisme- socialisme yang sudah mempunyai nama buruk, maka akan terlihat kontras, dan ini yang mungkin sampai saat ini menyakiti nama kom-sos di mata masyarakat Indonesia.

    Like

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s