Mau Makan Apa?

Beberapa hari yang lalu aku terjebak–atau.. menjebakkan diri–di Grand City. Niatnya mau nonton Life of Pi sendirian. Aku sudah siap-siap bawa buku dan pensil kalau-kalau nanti ada waktu menganggur karena harus menunggu jam tayang filmnya. Tapi gemerlap GC menggerus niat suciku….

Pertama, terasa lapar. Sebenarnya tinggal beli makan, menghabiskannya (yang mungkin cuma makan waktu 20 menit), lalu aku bisa duduk sambil membaca atau menulis. Sederhana. Tapi rencana mulia itu tidak begitu saja terlaksana karena susah sekali bagiku memutuskan mau makan apa, sampai satu jam lebih.

Aku sering sekali begini. Dulu di sekolah juga sering kehabisan jam istirahat dengan perut masih kelaparan, semata-mata karena nggak tau mau makan apa. Di rumah pun begitu. Saat malam sudah larut sekali dan perut sudah bilang, “Apa aja deh! Nggak peduli, pokoknya makan sekaraaang!!” sayang sekali para bapak yang jualan nasi goreng, sate, tahu tek, dan semacamnya sudah nggak lewat. Harus kasih usaha lebih dengan berangkat sendiri ke depan Bentar kalau benar-benar mau makan.

Aku rasa aku tidak sendirian dalam hal ini. Beberapa orang pernah menyatakan memiliki ‘masalah’ serupa dalam hidupnya.

Eh tapi tau nggak? Sementara itu, jutaan orang yang lain sedang punya masalah berjudul sama dengan nada yang berbeda. Misalnya orang-orang di daerah krisis pangan, mereka yang baru kemalingan, dan yang rumahnya kena bencana alam.

Atau yang isunya sedang dekat sekali: bapak ibu pedagang di stasiun yang tergusur dan sedang dalam ancang-ancang akan digusur. “Mau makan apa?” milik mereka bukan soal bingung memilih, bukan berarti “Mau makan batagor atau pempek atau pecel ya?” Bukan. Lebih dari itu.

Maka bagi kita yang pernah merasakan gamangnya memikirkan persoalan mau makan apa ala orang berpunya, harusnya sih paham seberapa gamang orang-orang itu sekarang. Pasti berlipat-lipat lebih! Kalau bisa paham, harusnya sih nggak berat untuk memberi bantuan. Atau, paling minim sekali, harusnya sih nggak mencela teman-teman yang sedang mencoba memberi bantuan.

Sebab “Mau makan apa?” milik mereka itu ya berarti… mau makan apa?

#SavePedagangStasiun

Published by

afina

the girl who struggle with the question, "Who am I?"

Leave me some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s